Senin, 28 September 2026
00:18 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Ade Dana

Ade Dana adalah seorang mantan pemain sepak bola Indonesia yang bermain untuk Persib Bandung era 50-60an. Ia berposisi sebagai penyerang.[1]

Karier sebagai pemain

Ade Dana adalah pemain yang berhasil membawa Persib menjadi tim elite di Indonesia. Pada saat Kejurnas PSSI 1957 berlangsung, ia hanya membawa Persib menduduki peringkat ketiga. Dua tahun kemudian ia hanya membawa Persib menjadi runner up Perserikatan setelah tumbang dari PSM Makassar 2-1 di Stadion Ikada, Jakarta. Akhirnya pada tahun 1961, ia berhasil membawa Persib menjadi juara Perserikatan. Atas keberhasilan tersebut, PSSI menunjuk Persib untuk mewakili Indonesia dalam turnamen Piala Emas Agha Khan yang diselenggarakan di Pakistan tahun 1962. Ketika itu Persib hanya mencapai babak perempat final.

Ade Dana juga pantas digelari sebagai "Legenda Sepak bola Nasional". Prestasi tertingginya bersama Aang Witarsa dan Rukma adalah ketika ia membawa timnas Indonesia menahan imbang tim terkuat di dunia ketika itu Uni Soviet 0-0 dalam Olimpiade Melbourne 1956. Berkat kecemerlangannya itu, ia juga pernah melanglang buana di Uni Soviet selama tiga bulan.

Sampai saat ini, prestasi tersebut dianggap sebagai presasi yang sangat fenomenal yang pernah dialami Indonesia dalam sejarah pemain sepak bolaan Indonesia di kancah internasional. Berkat itu pula ia tetap menerima uang pensiun dari PSSI sampai akhir hayatnya sebagai penghargaan atas jasa-jasanya tersebut.

Karier sebagai pelatih

Sebagai pelatih pada tahun 1984/1985, ia juga turut membawa Persib menjadi runner up Perserikatan. Kemudian bersama asisten Indra Tohir dan Dede Rusli ia turut mempersembahkan gelar juara bagi Persib dalam Kejurnas PSSI 1990.

Ade Dana juga merupakan orang pertama di Persib yang membawa Persib juara ketika menjadi pemain dan pelatih. Selain itu, ia juga menjadi pelatih pertama di Jawa Barat pada dekade 80an yang memperoleh predikat S-1.

Prestasi

Referensi

  1. ↑ "Biografi Ade Dana". persibhistory.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-01-08. Diakses tanggal 2012-06-20.{{cite news}}: Parameter tidak dikenal |accesdate= diabaikan (|access-date= disarankan)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan