Jumat, 16 Oktober 2026
17:12 WIB
TERKINI
Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super

Abdullah Ali

Bagikan:
Topik artikel ini mungkin tidak memenuhi kriteria kelayakan biografi tokoh. Harap penuhi kelayakan artikel dengan: menyertakan sumber-sumber tepercaya yang independen terhadap subjek dan sebaiknya hindari sumber-sumber trivial. Jika tidak dipenuhi, artikel ini harus digabungkan, dialihkan ke cakupan yang lebih luas, atau dihapus.
Cari sumber: "Abdullah Ali" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini terlalu bergantung dengan satu sumber. Bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya pada artikel ini. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus. (Mei 2026) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)

Abdullah Ali (8 Agustus 1927 – 15 Desember 2005) adalah mantan Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA). Ali merupakan putra ketiga dari sebelas bersaudara pasangan H. Muhammad Ali dan Hj. Binaya. Pendidikan formalnya hanya sampai SMA saja. Sebelum menjadi Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA), karier sebagai bankir dia mulai sebagai kader Bank Tabungan Negara pada 1947. Setahun berikutnya, Ali bergabung dengan Escompto Bank, bank swasta yang berasal dari Bank. Setelah itu, Ali bekerja untuk Javasche Bank yang sejak 1953 namanya berubah menjadi Bank Indonesia (BI). Jabatan Ali di BI antara lain sebagai Kepala Bagian Pemeriksaan Bank-bank, Wakil Kepala Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank-bank, Kepala Urusan Perencanaan dan Pengawasan Kredit (setara Direktur Muda), dan Kepala Urusan Pengawasan dan Pembinaan Bank-bank. Ada pun hal lainnya yang diurusi di BI adalah terkait masalah urusan pelacakan penggunaan kredit perbankan di seluruh Indonesia dan penyusunan undang-undang cek kosong. Tim yang pernah dia ikuti juga adalah sebagai anggota tim penyelesaian dana pinjaman luar negeri yang penggunaannya masih banyak diselewengkan atau tidak.

Setelah tiga puluh satu tahun mengabdi di Bank Indonesia, Ali menerima tawaran Bank Central Asia (BCA) sebagai pemeriksa. Hal yang membuat Ali tertarik bergabung dengan BCA adalah dia melihat adanya semangat kerja keras dalam lingkungan bank ini. Meski BCA berasal dari perusahaan keluarga, hal ini tidak membuat dia kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal yang dia lakukan adalah mempelajari bagaimana kepribadian, cita-cita, kebanggan, dan sistem kekeluargaan yang terdapat di BCA. Dari hal tersebut dia membuat rencana tepat guna membangun BCA yang dapat meluaskan operasionalnya baik ke seluruh nusantara maupun luar negeri. BCA pun dapat ikut berperan nyata dalam pembangunan.

Semangat Ali dalam membangun perbankan bukan hanya di BCA melainkan lingkup yang lebih luas lagi. Cita-citanya adalah agar seluruh perbankan yang ada di Indonesia dapat berdiri kokoh, termasuk di dunia internasional. Maka, Ali pun menyarankan agar pinjaman dana luar negeri hanya sebagai pelengkap saja. Ali berusaha menumbuhkan bank mindedness dalam masyarakat.[1]

Apresiasi dan pengakuan

Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan atas dedikasinya terhadap dunia perbankan Indonesia, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kelurahan Johar Baru, Kecamatan Johar Baru, Kota Jakarta Pusat, yakni Jalan Abdullah Ali yang diresmikan pada tanggal 22 Juni 2022 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Anies Baswedan.

Referensi

  1. ↑ Top Eksekutif Indonesia. Jakarta: PT Ciptawidya Swara. 1992. hlm. 1–13. ISBN 979-820801-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan