Selasa, 27 Oktober 2026
19:04 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Abdul Khalid Ibrahim

Abdul Khalid Ibrahim

politikus Malaysia

Bagikan:
Ini adalah nama Melayu; nama "Ibrahim" merupakan patronimik, bukan nama keluarga, dan tokoh ini dipanggil menggunakan nama depannya, "Abdul Khalid".
Abdul Khalid Ibrahim
250px-Khalid_Ibrahim_announcing_Ijok_candidacy.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Menteri Besar Selangor
Masa jabatan
13 Maret 2008 –22 September 2014
Penguasa monarkiSharafuddin Idris Shah
PendahuluKhir Toyo
PenggantiAzmin Ali
Anggota Malaysia Parliament
dapil Bandar Tun Razak
Masa jabatan
8 Maret 2008 –31 Juli 2022
PendahuluTan Chai Ho
Mayoritas2,515
Anggota Negara Bagian Selangor Assembly
dapil Port Klang
Masa jabatan
6 Mei 2013 –31 Juli 2022
PendahuluBadrul Hisham Abdullah
Mayoritas2,994
Anggota Negara Bagian Selangor Assembly
dapil Ijok
Masa jabatan
8 Maret 2008 –5 Mei 2013
PendahuluK. Parthiban
PenggantiIdris Ahmad
Mayoritas1,920
Informasi pribadi
Lahir(1946-12-14)14 Desember 1946
Jeram, Selangor, Malaysia
Meninggal31 Juli 2022(2022-07-31) (umur 75)
Kuala Lumpur, Malaysia
Partai politikUnited Malays National Organisation (UMNO)(1979–1998)
Parti Keadilan Rakyat (PKR) (2007-2014)
Independen (2014- )
Suami/istriPuan Sri Salbiah Tunut
PendidikanUniversitas Malaya
Universitas Queensland
PekerjaanDosen, pengusaha, politikus
Situs webhttp://mb.selangorku.com/

Tan Sri Dato' Seri Abdul Khalid bin Ibrahim (14 Desember 1946 – 31 Juli 2022) adalah seorang politikus dan pengusaha Malaysia yang menjabat sebagai Menteri Besar negara bagian Selangor ke-14 dari 2008 sampai 2014. Ia terpilih pada Majelis Negara Bagian Selangor dan Parlemen Malaysia pada 2008 sebagai anggota Partai Keadilan Rakyat, tetapi menjadi independen pada Agustus 2014, bersamaan dengan pengunduran dirinya sebagai Menteri Besar.

Kehidupan awal dan karier bisnis

Khalid lahir di desa Kampung Jalan Raja Abdullah di distrik Kuala Selangor, Selangor. Ia lulus dari Universitas Malaya dengan Gelar Sarjana dalam bidang Ekonomi dan kemudian mendapatkan gelar MBA dari Universitas Queensland.[1]

Khalid memulai kariernya sebagai dosen universitas. Pada 1979, ia bergabung dengan United Malays National Organisation, partai utama dalam koalisi pemerintahan Malaysia Barisan Nasional.[2]

Referensi

  1. ↑ "Fact boxes on Ijok (subscription required)". malaysiakini.com. 19 April 2007. Diakses tanggal 20 April 2007.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Sacked from party, Khalid set to join past Selangor MBs who fell from grace". Malaysian Insider. 10 Agustus 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-10-06. Diakses tanggal 27 September 2014.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Mohamed Khir bin Toyo
Menteri Besar Selangor
13 Maret 2008 – 22 September 2014
Diteruskan oleh:
Mohamed Azmin Ali
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan