Senin, 28 September 2026
12:44 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Abdul Aziz

Abdul Aziz

Untuk kegunaan lain, lihat Abdul Aziz (disambiguasi).
Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Abdul Aziz" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Abdul Aziz" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Abdul Aziz I
Khalifah Utsmaniyah
Amirul Mukminin
Kayser-i Rûm
Pelayan Dua Kota Suci
Sultan_Abdulaziz_I.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sultan Utsmaniyah (Padishah) ke-32
Berkuasa1861-1876
PendahuluAbd-ul-Mejid I
PenerusMurad V
Lahir(1830-02-08)8 Februari 1830
Meninggal4 Juni 1876(1876-06-04) (umur 46)
AyahMahmud II
IbuPertevniyal Sultan
Nama lengkap
Abdülaziz Han bin Mahmud
WangsaUtsmaniyah
AgamaSunni Islam

Abdul Aziz (Bahasa Turki Utsmaniyah: عبدالعزيز 'Abdül'aziz) (8 Februari 1830 - 4 Juni 1876) ialah sultan ke-32 Kesultanan Utsmaniyah yang memerintah antara 1861-1876. Lahir pada tahun 1830. Menduduki takhta pada tahun 1861 dan dicopot dari kedudukannya 1876, dan 4 hari setelah dicopot sebagai sultan, ia meninggal.

Pemerintahan Abdul Aziz dimulai dengan Kesultanan Utsmaniyah yang bangkit kembali setelah Perang Krimea dan reformasi Tanzimat selama dua dekade, meskipun bergantung pada modal Eropa. Dekade setelah naik takhta didominasi oleh duet Fuad Pasya dan Mehmed Emin Âli Pasya, yang mempercepat reorganisasi. Hukum Vilayet diundangkan, kode-kode Barat diterapkan pada lebih banyak aspek hukum Utsmaniyah, dan millet direstrukturisasi. Namun, masalah dualisme Tanzimat terus mengganggu kesultanan.

Ia mempersiapkan armada laut Utsmani yang menggentarkan dengan menjadikannya armada nomor 3 di dunia saat itu, dan meningkatkan kekuatan darat sampai 700.000 pasukan dengan persenjataan terbaru. Ia membangun sekian sekolah penting, seperti sekolah pertambangan dan pertanahan serta sekolah tinggi militer. Ia pernah berkunjung ke Mesir, Prancis, Inggris, Prusia, Austria, dan Hungaria. Ia pergi ke Eropa untuk memengaruhi Prancis membela Kesultanan Utsmaniyah, bukannya Rusia, di samping menggalang kelompok Eropa untuk menghadapi kekuatan Rusia.

Di zamannya Mecelle-yi Ahkâm-ı Adliye terbit di bawah pengawasan Ahmed Cevdet Pasya, serta Terusan Suez dibuka.

Peristiwa-peristiwa yang terjadi di zamannya:

  • 1861-Prancis mundur dari Suriah.
  • 1864-Serbia merdeka, akan tetapi masih di bawah perlindungan Kesultanan Utsmaniyah.
  • 1867-Serbia merdeka, tentara Utsmaniyah mundur sepenuhnya.

Kepemimpinan setelah Abd-ul-Aziz diteruskan oleh Murad V yang memimpin kurang-lebih hanya sekitar tiga bulan saja, yaitu dari 30 Mei 1876 hingga 31 Agustus 1876).

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Abdül Aziz I.
Abdul Aziz
Lahir: 8 Februari 1830 Meninggal: 4 Juni 1876
Gelar
Didahului oleh:
Abdul Mejid I
Sultan Utsmaniyah
25 Juni 1861 –30 Mei 1876
Diteruskan oleh:
Murad V
Jabatan Islam Sunni
Didahului oleh:
Abdul Mejid I
Khalifah
25 Juni 1861 –30 Mei 1876
Diteruskan oleh:
Murad V


Flag of TurkiBiography icon

Artikel bertopik biografi Turki ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Sultan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan