Selasa, 22 September 2026
23:29 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Abacost

Abacost

250px-Mobutu1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Mobutu (kiri), mengenakan abacost lengan panjang dan Topi Mobutu bersama Caspar W. Weinberger (kanan), mengenakan pakaian santai Barat, selama kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada tahun 1983

Abacost, lakuran dari "à bas le costume" (terj. har.'ganyang setelan jas'), adalah pakaian khas untuk pria yang dipromosikan oleh Mobutu Sese Seko sebagai bagian dari program authenticité-nya di Zaire, antara tahun 1972 dan 1990. Orang Zaire dilarang mengenakan jas gaya Barat dengan kemeja dan dasi untuk melambangkan pemutusan hubungan dengan masa lalu kolonial mereka. Abacost adalah jas ringan, dikenakan tanpa dasi, meskipun kadang-kadang dengan cravat, dan dapat dikenakan dengan kaus oblong atau kemeja tipis.[1] Jas ini sangat mirip dengan jas Mao. Jas ini terlihat dalam versi lengan panjang dan lengan pendek.  

Abacost dianggap sebagai seragam pendukung Mobutu, terutama mereka yang diuntungkan oleh rezimnya. Ketika Mobutu mengumumkan transisi ke demokrasi multipartai pada tahun 1990, ia mengatakan bahwa jas dan dasi Barat akan diizinkan, tetapi ia tetap mendukung abacost dan akan tetap dianggap sebagai pakaian nasional. Selanjutnya, ketika pemerintah transisi dilantik, semua menteri mengenakan abacost.[2]

Arzoni di Zellik, Belgia memproduksi abacost "tercantik" di dunia.[3] Alfons Mertens, yang bekerja untuk Arzoni, menjadi penjahit pribadi Mobutu, juga membuat seragam untuknya dan rombongannya.[3]

Abacost tidak lagi disukai setelah Mobutu lengser dari kekuasaan.

Lihat juga

Referensi

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan