Senin, 21 September 2026
14:07 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
ADE 651

ADE 651

60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "ADE 651"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
330px-US_Navy_081016-N-1810F-303_Checkpoint_in_Abu_T%27Shir%2C_Iraq.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-US_Navy_081016-N-1810F-303_Checkpoint_in_Abu_T%27Shir%2C_Iraq-crop.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang Prajurit Irak di sebuah pos pemeriksaan, sedang menggunakan sebuah ADE 651 atau sesuatu yang mirip dengannya.

ADE 651 adalah pendeteksi bom palsu[1] yang di produksi oleh ATSC (UK), yang diklaim bahwa alat pendeteksi ini dapat mendeteksi, dari jarak jauh, adanya dan lokasi berbagai tipe Peledak, Narkoba dan zat-zat lainnya, secara efektif dan akurat. Alat ini telah dijual ke beberapa negara di Timur Tengah dan Timur Jauh, termasuk Irak, dengan harga USD$ 60 ribu atau Rp 874,8 juta. Pemerintahan Irak, berkata bahwa mereka telah menghabiskan £ 52 juta ($ 85 juta atau Rp 826,2 miliar) untuk alat tersebut.[2]

Deskripsi

ADE 651 terdiri atas antena berputar yang dimuat ke engsel ke pegangan berbahan plastik. Pengoperasiannya tidak memerlukan baterai atau tenaga eksternal apapun. Produsennya mengklaim bahwa alat ini ditenagai oleh listrik statis yang dihasilkan oleh badan penggunanya. Untuk menggunakannya, operatornya harus berjalan beberapa saat untuk mengisi listrik yang akan digunakan oleh alat tersebut. Alat ini kemudian harus dipegang dengan sudut tertentu terhadap tubuhnya. Begitu kartu deteksi zat dimasukkan, maka diharapkan alat ini berputar di tangan penggunanya untuk kemudian antenanya diarahkan ke target yang akan dideteksi. Kartu deteksi ini diklaim didesian untuk menyamakan frekuansi dengan peledak atau zat berbahaya tertentu yang sesuai dengan kartu yang dimasukkan.

Husam Muhammad. polisi Irak setempat dan pengguna ADE 651, menyatakan bahwa penggunaan alat ini lebih mengarah kepada sebuah seni daripada sains. "Jika kita emosional, alat ini tidak akan berfungsi dengan benar. Saya mulai dengan perlahan, membuat badan rileks, dan membersihkan pikiran sebelum menggunakannya." Kartu-kartu yang ada diharapkan terprogram atau teraktivasi setelah diletakkan di toples selama seminggu bersama sampel yang ditargetkan untuk mendapatkan hawa yang dibutuhkan.

Awalnya McCormick melaporkan bahwa ia menggunakan darahnya sendiri untuk memprogram kartu-kartu ini untuk mendeteksi jaringan tubuh manusia, namun menyerah dengan upaya berpura-pura memprogram ini setelah permintaan terhadap alat ini luar biasa besarnya.

Penggunaan alat ini oleh tenaga keamaan Irak dan Pakistan menghasilkan kontroversi yang luat biasa di dunia internasional. Alat serupa, GT200 dan Alpha 6 devices, juga digunakan di Thailand dan Meksiko, yang juga menghadapi kecaman serupa karena kemiripan cara kerjanya dengan ADE 651.

Materi promosi yang diterbitkan ATSC mengklaim bahwa ADE651 bisa mendeteksi senjata, amunisi, obat terlarang, truffle, tubuh manusia, gading selundupan, dan uang kertas dari jarak 1 kilometer, bahkan bisa mendeteksi hingga ke bawah tanah, melewati dinding, menembus air, atau bahkan dari pesawat yang terbang 5 kilometer di atas penggunanya. Dalam videonya, McCormick mengklaim bahwa alat ini bahkan bisa mendeteksi gajah yang berada di ketinggian 48 kilometer dari pengguna.

ADE 651 disebut-sebut bekerja dengan menggunakan prinsip "electrostatic magnetic ion attraction".

Referensi

  1. "James McCormick guilty of selling fake bomb detectors". BBC News. 23 April 2013. Diakses tanggal 25 April 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. Mohammed, Riyadh; Nordland, Rod (23 Januari 2010). "British Man Held for Fraud in Iraq Bomb Detectors". The New York Times. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 27 Januari 2010.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan