Minggu, 18 Oktober 2026
14:36 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten

A. Kembara

Bagikan:
Kembara, A. Kembara, Awal Kembara
PekerjaanPenulis

A. Kembara atau Awal Kembara, (lahir di Solo, Jawa Tengah, 1940), adalah seorang penulis Indonesia, termasuk sebagai salah seorang penulis sastra eksil Indonesia.[1]

Biografi

Mulai menulis sejak usia 15 tahun, dan tulisan-tulisannya dimuat dalam ruangan Hainan Rakyat Muda dan di beberapa penerbitan setempat.[1] Kemudian sejak tahun 1955 ia mulai menerbitkan tulisan-tulisannya di ruangan kebudayaan Harian Rakyat.[1] Awal Kembara pernah menjadi sekretaris Lembaga Seni Sastra Indonesia, salah satu lembaga seni di Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra) cabang Solo.[1] Belajar di Akademi Sosial dan Politik di Jakarta.[1] Untuk memperdalam pengetahuan di bidang sastra ia belajar di Akademi Bahasa dan Sastra Indonesia Multatuli, Jakarta.[1] Pada tahun 1965 ia berkesempatan studi di luar negeri untuk memperdalam pengetahuannya di bidang ilmu sosial dan politik.[1]

Sajak-sajaknya terhimpun dalam kumpulan-kumpulan puisi bersama, seperti Yang Tertindas Yang Melawan Tirani I & II (Kreasi No.28,1997 & Kreasi No.59,1998). Beberapa tulisannya juga sempat dimuat dalam majalah Kreasi nomor-nomor yang lain.

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia) Alham, Asahan (ed). Di Negeri Orang: Puisi Penyair Indonesia Eksil, Lontar, 2002, ISBN 979-8083-42-3

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi penulis, penyair, pengarang, atau sastrawan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan