Minggu, 25 Oktober 2026
00:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

40 Eridani

Bagikan:
40 Eridani A/B/C
Data pengamatan
Epos J2000      Ekuinoks J2000
Rasi bintang Eridanus
Asensio rekta  04j 15m 16.3d
Deklinasi  −07° 39′ 10″
Magnitudo tampak (V) 4.43/9.52/11.17
Ciri-ciri
Kelas spektrum K1 V/DA VII/M4.5e V
Indeks warna U−B 0.44/-0.68/0.88
Indeks warna B−V 0.82/0.04/1.64
Jenis variabel Bintang suar
Astrometri
Kecepatan radial (Rv)-43.0 km/detik
Gerak diri (μ) RA: -2239.33 mdb/thn
Dek.: -3419.86 mdb/thn
Paralaks (π)199,00±0,77 mdb
Jarak16,39 ± 0,06 tc
(5,03 ± 0,02 pc)
Magnitudo mutlak (MV)5.92/11.01/12.66
Detail
Massa0.89/0.50/0.16 M☉
Radius0.85/0.02 R☉
Luminositas0.36/0.0033 L☉
Suhu5,100/14,000/3,300 K
Metalisitas?
Rotasi?
Usia? tahun
Penamaan lain
Keid, ο2 Eridani, 40 Eri, G 160-060, Gl 166 A/B/C, HR 1325, BD -07°780/1, HD 26965/26976, GCTP 945, LHS 23/24/25, LTT 1907/1908/1909, SAO 131063, HIP 19849.

40 Eridani (dikenal juga sebagai Omicron2 Eridani adalah sistem bintang bertiga berjarak kurang dari 16,5 tahun cahaya dari Bumi. Sistem bintang ini berada dalam rasi Eridanus dan ditemukan sebagai bintang ganda pada 1783 oleh William Herschel. Pada 1851, Otto Wilhelm von Struve menemukan bahwa salah satu komponen adalah juga sistem bintang ganda sehingga dengan demikian 40 Eridani sebenarnya adalah sistem bintang bertiga.

Pada 1910, Henry Norris Russell mendapati bahwa 40 Eridani B adalah satu-satunya bintang yang berposisi di kiri bawah diagramnya. Kini diketahui bahwa posisi tersebut sebenarnya adalah posisi katai putih. Dengan demikian 40 Eridani B sebenarnya adalah katai putih pertama yang dideteksi, walau pada saat itu fisisnya belum diketahui dengan baik.[1] Katai putih adalah bintang yang telah berevolusi lanjut dari tahap deret utama dan raksasa merah. Ketika masih berada pada tahap deret utama, komponen B merupakan komponen paling masif di dalam sistem, tetapi sebagian besar massanya dilontarkan di akhir hidupnya sebagai raksasa merah.

Informasi umum

40 Eridani A adalah bintang katai kuning (dwarf star) dengan kelas K1. Bintang ini memiliki komponen pasangan, yaitu 40 Eridani B dan 40 Eridani C, yang masing-masing merupakan bintang katai bermagnitudo tingkat kesembilan dengan kelas DA4 (white dwarf) dan bintang katai merah bermagnitudo tingkat kesebelas (red dwarf) kelas M4.5e. Bintang B dan C berjarak 400 AU dari bintang utamanya, A.

Etimologi

Bintang ini memiliki nama tradisional Keid, berasal dari bahasa Arab Al Ḳaid, yang berarti "cangkang telur".

Selain rasi Eridanus, bintang ini juga merupakan anggota dari berbagai rasi atau asterisma berikut:

nama rasi / asterisma asal arti anggota lainnya
Al Udḥā al Naʽām[2]Arabsarang burung untaβ Eri, ε Cet, π Cet, λ Eri, ψ Eri, τ Ori, ο1 Eri

Referensi

  1. ↑ Carroll, Bradley W. (1996). Introduction to Modern Astrophysics. Reading: Addison-Wesley Publishing Company, Inc. ISBN 0-201-54730-9.{{cite book}}: Parameter tidak dikenal |coauthors= diabaikan (|author= disarankan)
  2. ↑ http://penelope.uchicago.edu/Thayer/E/Gazetteer/Topics/astronomy/_Texts/secondary/ALLSTA/Eridanus*.html


Ikon rintisan

Artikel bertopik bintang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan