Rabu, 30 September 2026
13:08 WIB
TERKINI
Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 30 September 2026: Potensi Hujan di Sejumlah Wilayah Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 30 September 2026: Naik Rp15 Ribu, Cek Detailnya Hukum Kejakgung Diminta Usut Tuntas Korupsi PT PSMI, Lindungi Ribuan Petani Terdampak Lampung Timur Perjuangan Berat Padamkan Karhutla Way Kambas: Api Bawah Tanah Jadi Tantangan Utama Regional Misteri Kematian Dua Pemuda di Lembang, Saksi Kunci Mulai Membaik Lampung Tengah Tragedi KM Virgo Renggut Feris, Dua Anak Kehilangan Tulang Punggung Keluarga Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu
2018 AG37

2018 AG37

asteroid

Bagikan:
2018 AG37
250px-2018_AG37_GeminiNorth_2019-05-01%2B02_annotated.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
2018 AG37 dicitrakan oleh Teleskop Gemini North pada Mei 2019
Penemuan[1][2]
Ditemukan oleh
Situs penemuanMauna Kea Obs.
Tanggal penemuan15 January 2018
(pertamakali diamati)
Penamaan
2018 AG37
"FarFarOut" (julukan)[3]
Ciri-ciri orbit[5]
Epos 2019-Feb-26 (JD 2458540.5)
Parameter ketidakpastian 9
Rentang pengamatan2.03 tahun (740 hari) menggunakan 11 pengamatan
Aphelion132,7±7,4 AU[a]
Perihelion27,63±0,17 AU
80,2±4,5 AU
Eksentrisitas0.655±0.02
717.8±60 yr[a]
186,9°±219°
0° 0m 4.949s / day
Inklinasi18,68°±0,12°
68,35°±0,53°
≈2366?
231,9°±60°
satelit yang diketahui0
MOID Neptunus≈3 AU (450 juta km)[2]
Ciri-ciri fisik
Diameter rata-rata
0.057 (est.)[6]
25.3[1]

2018 AG37 adalah sebuah objek trans-Neptunus sekaligus kentaur yang ditemukan pada jarak 1.322 ± 15 AU (197,8 ± 2,2 miliar km) dari Matahari, membuatnya lebih jauh dari objek-objek lainnya yang pernah diamati di Tata Surya. Dicitrakan pada Januari 2018 pada sebuah misi pencarian Planet Sembilan, konfirmasi kehadiran objek ini diumumkan pada sebuah penerbitan pers pada Februari 2021 oleh astronom Scott Sheppard, David Tholen, dan Chad Trujillo. Objek ini dijuluki sebagai "FarFarOut" untuk menonjolkan jaraknya dari Matahari.

Dengan magnitudo tampak redup yaitu 25, hanya teleskop-teleskop terbesar di dunia yang dapat mengamatinya.

Referensi

  1. 1 2 "MPEC 2021-C187 : 2018 AG37". Minor Planet Electronic Circular. Minor Planet Center. 10 Februari 2021. Diakses tanggal 10 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 "2018 AG37". Minor Planet Center. International Astronomical Union. Diakses tanggal 10 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 "Solar System's Most Distant Known Member Confirmed". Carnegie Science. 10 Februari 2021. Diakses tanggal 10 Februari 2021.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "List Of Centaurs and Scattered-Disk Objects". Minor Planet Center. Diakses tanggal 14 Februari 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  5. 1 2 3 "JPL Small-Body Database Browser: (2018 AG37)" (2020-01-25 last obs.). Jet Propulsion Laboratory. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 Februari 2021. Diakses tanggal 7 Agustus 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. 1 2 3 "List of Known Trans-Neptunian Objects". Johnston's Archive. 24 Juli 2026. Diakses tanggal 23 Juli 2023.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ "Orbit Fit and Astrometric record for 18AG37". Southwest Research Institute. Diakses tanggal 13 September 2021.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link) (The Deep Ecliptic Survey Object Classifications)
  1. 1 2 Statistics of small numbers and random observational errors cause the orbital elements to be very poorly constrained and the uncertainties are so large and non-linear that these error bars are not really meaningful and just show that the uncertainties are large. For example the JPL SBDB uncertainty in the perihelion date is 408 years (1-sigma) or 1224 years (3-sigma).
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan