Selasa, 13 Oktober 2026
23:40 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM
Çetes

Çetes

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Chetas.
250px-Phocaea_massacre_Sartiaux.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Çetes beriring sambil menjarah di Phocaea (kini Foça, Turki) pada 13 Juni 1914. Di latar belakang, terdapat para pengungsi Yunani dan bangunan-bangunan terbakar.

Çetes adalah sebuah kelompok penyamun bersenjata Muslim yang aktif di Asia Kecil setelah Perang Dunia I. Mereka dikenal karena serangan brutal mereka terhadap nyawa, harta benda dan kehormatan dan bertanggung jawab atas kejahatan terhadap Kristen Ortodoks Armenia, Yunani dan Asiria pada 1910an dan 1920an.[1][2] Kata tersebut juga dipakai sebagai sinonim untuk para anggota Organisasi Khusus.[3]

Referensi

  1. ↑ Raymond Kevorkian. The Armenian Genocide: A Complete History, ISBN0857730207, I.B.Tauris, 2011.
  2. ↑ George N. Shirinian. Genocide in the Ottoman Empire: Armenians, Assyrians, and Greeks, 1913-1923, ISBN1785334336, Berghahn Books, 2017.
  3. ↑ Akçam, Taner (2008). "Guenter Lewy's The Armenian Massacres in Ottoman Turkey". Genocide Studies and Prevention. 3 (1): 111–145. doi:10.3138/gsp.3.1.111.

Lihat pula

Ikon rintisan

Artikel bertopik militer ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan