Jumat, 30 Oktober 2026
02:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Zulyani Hidayah

Bagikan:
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Zulyani Hidayah" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Dr. Zulyani Hidayah (lahir 1956 di Bukittinggi – meninggal 2014) adalah seorang antropolog dan etnograf Indonesia. Minat penelitiannya mencakup hubungan antarbudaya, konflik antaretnik, etnografi Indonesia, ekologi manusia, dan antropologi budaya makan.[1]

Dia meraih gelar doktor pada tahun 2002 dari Universitas Indonesia dengan spesialisasi ilmu antropologi budaya makan. Karya-karyanya meliputi sejumlah buku dalam bidang antropologi, termasuk Ensiklopedi Suku Bangsa Indonesia, yang juga diterbitkan dalam versi berbahasa Inggris.[2] Ensiklopedia ini merupakan salah satu dari dua publikasi modern sejenis di Indonesia (yang lainnya disusun oleh M. Junus Melalatoa).[3]

Karya

  • Sistem Kepemimpinan Tradisional Asmat, Irian Jaya (1994)
  • Ilmu Pengetahuan Sosial daerah Timor Timur (1994)
  • Kepemimpinan Tradisional Daerah Lahat (1994)
  • Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia (1997, 2015)
  • Makanan Melayu Sejak Zaman Sriwijaya (1997)
  • Bunga Rampai Dinamika Masyarakat Masa Kini (2004)

Referensi

  1. ↑ Hidayah, Zulyani (2020-04-28). A Guide to Tribes in Indonesia: Anthropological Insights from the Archipelago (dalam bahasa Inggris). Springer Nature. ISBN 978-981-15-1835-5.
  2. ↑ Hidayah, Zulyani (2015). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-929-2.
  3. ↑ Dharmaperwira-Amran, Frieda (1997). Corat-coret Koentjaraningrat. Asosiasi Antropologi Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Obor Indonesia. ISBN 978-979-461-283-5.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan