Jumat, 25 September 2026
15:58 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Zomia (wilayah)

Artikel ini berisi tentang konsep geografis dan budaya. Untuk genus ngengat yang juga dikenal sebagai Zomia, lihat Achrosis.

Zomia adalah istilah geografis yang diciptakan pada tahun 2002 oleh sejarawan Willem van Schendel dari Universitas Amsterdam[1][2] untuk merujuk pada massa besar daratan Asia Tenggara yang secara historis berada di luar kendali pemerintah yang berbasis di pusat populasi dataran rendah.[3]

Etimologi

Nama Zomia berasal dari kata Zomi, sebuah istilah yang ditujukan kepada orang yang tinggal di dataran tinggi, umum ditemukan pada beberapa bahasa Tibeto-Burma yang terkait di daerah perbatasan India-Bangladesh-Burma.[4]

Geografi

Batas yang tepat dari wilayah Zomia berbeda di antara para ilmuwan:[5] semua pendapat mencakup dataran tinggi Indochina utara (Vietnam utara dan seluruh Laos), Thailand, Perbukitan Shan di utara Myanmar, dan pegunungan Tiongkok Barat Daya; beberapa ilmuwan memperluas wilayahnya ke arah barat, seperti: Tibet, India Timur Laut, Pakistan, dan Afghanistan. Daerah-daerah ini memiliki wilayah dataran tinggi yang umumnya meninggi, dan merupakan rumah bagi etnis minoritas yang mempertahankan budaya lokal mereka dengan berada jauh dari kendali dan pengaruh negara. Ilmuwan lain telah menggunakan istilah tersebut untuk membahas cara serupa yang dilakukan oleh pemerintah Asia Tenggara terhadap kelompok minoritas.[6]

Zomia mencakup lebih dari 2.500.000 kilometer persegi (970.000 sq mi) mencakup Gunungan Asia Tenggara dan terdiri dari hampir seratus juta orang marginal. Daerah yang luas ini berada di dalam delapan negara dan keseluruhannya terbentang di antara sebutan regional standar (Asia Selatan, Asia Timur, dan Asia Tenggara). Seiring dengan keragaman ekologis dan hubungannya dengan negara, wilayah ini menimbulkan banyak minat penelitian. Zomia dipertahankan sebagai entitas studi asli, sejenis sebutan internasional, dan banyak cara yang berbeda untuk mempelajari wilayah ini.

Dalam budaya populer

Judul lagu band rock Singapura The Observatory, Oscilla (2014), merujuk pada Zomia. Penyanyi dan gitaris Leslie Low telah menyatakan bahwa album tersebut mengeksplorasi "hidup di dalam kisi dengan beberapa cara atau yang lain, (menawarkan) kritik terhadap paradigma yang ada, sebagai alternatif, pandangan dari bawah ke atas".[7] Episode 201 dari Crash Course World History, Rethinking Civilization, sangat memusatkan perhatian pada Zomia sebagai contoh wilayah dengan orang-orang yang rela melarikan diri dari peradaban masyarakat.[8]

Lihat pula

Umum

Referensi

  1. ↑ "Willem van Schendel". Institut Sejarah Sosial Internasional. Diakses tanggal 28 November 2010.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Kratoska, P. H.; Raben, R.; Nordholt, H. S., ed. (2005). Locating Southeast Asia: Geographies of Knowledge and Politics of Space. Singapore University Press. hlm. v. ISBN 9971-69-288-0.
  3. ↑ van Schendel, W. (2005). "Geographies of knowing, geographies of ignorance: Jumping scale in Southeast Asia". Dalam Kratoska, P. H.; Raben, R.; Nordholt, H. S. (ed.). Locating Southeast Asia: Geographies of Knowledge and Politics of Space. Singapore University Press. ISBN 9971-69-288-0.
  4. ↑ Scott, James C. (2009). The Art of Not Being Governed: An Anarchist History of Upland Southeast Asia. Yale Agrarian Studies. New Haven & London: Yale University Press. hlm. 14–16. ISBN 978-0-300-15228-9. Notes to pages 5 – 14: Other explicit proponents of a systematic view from the periphery include Michaud, Turbulent Times and Enduring Peoples, especially the Introduction by Michaud and John McKinnon, 1–25, and Hjorleifur Jonsson, Mien Relations: Mountain Peoples, Ethnography, and State Control (Ithaca: Cornell University Press, 2005). F. K. L. Chit Hlaing [F. K. Lehman], "Some Remarks upon Ethnicity Theory and Southeast Asia, with Special Reference to the Kayah and Kachin," in Exploring Ethnic Diversity in Burma, ed. Mikael Gravers (Copenhagen: NIAS Press, 2007), 107–22, esp. 109–10.
  5. ↑ Michaud 2010 Diarsipkan October 3, 2011, di Wayback Machine.
  6. ↑ Michaud, J. (2009, February). "Handling Mountain Minorities in China, Burma, Cambodia, Vietnam, and Laos: From History to Current Concerns." Asian Ethnicity 10: 25–49.
  7. ↑ "The Observatory: From revolution to evolution". TODAY. 9 Agustus 2014. Diakses tanggal 18 Agustus 2014.{{cite news}}: Markup miring atau tebal tidak diperbolehkan dalam: |publisher=Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. ↑ Green, John. "Rethinking Civilization". youtube.com. CrashCourse World History. Diakses tanggal Maret 8, 2015.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan