Rabu, 28 Oktober 2026
06:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Zhuangyuan

Zhuangyuan

Bagikan:
Zhuangyuan

330px-%E7%8A%B6%E5%85%83%E5%8D%B7.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Kertas ujian kenegaraan tahun 1598 M, pada era dinasti Ming.
Nama Tionghoa
Hanzi tradisional: 狀元
Hanzi sederhana: 状元
Pinyin: zhuàngyuán
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: zhuàngyuán
Nama Vietnam
Quốc ngữ: trạng nguyên

Zhuàngyuán atau dalam bahasa Vietnam dinamakan trạng nguyên, diterjemahkan bervariasi ke dalam bahasa Inggris menjadi: principal graduate, primus atau optimus,[1] adalah gelar yang diberikan kepada sarjana yang mendapat nilai tertinggi dalam ujian kenegaraan (disebut 省試 shěngshì, ujian provinsi pada zaman dinasti Tang dan 殿試 diànshì, ujian istana pada era dinasti Song),[2] pada masa Tiongkok kuno dan di Vietnam.

Di Tiongkok, Fu Shanxiang menjadi wanita pertama (dan terakhir) yang berhasil meraih zhuàngyuán, dinamakan '"nü zhuangyuan" (wanita zhuangyuan) dalam sejarah Tiongkok, tetapi dia mengikuti ujian di bawah negara oposisi Taiping Tianguo, bukan ujian kenegaraan kekaisaran seperti biasa. Setelah Taiping merebut kota Nanjing, mereka mengadakan ujian untuk para wanita pada Januari 1853 dan saat itu Fu mendapat nilai tertinggi.[3]

Di Vietnam, peraih trạng nguyên pertama adalah Lê Văn Thịnh, yang hidup pada era dinasti Lý. Dia membujuk dinasti Song untuk mengembalikan 6 wilayah Quảng Nguyên (sekarang provinsi Hà Giang) ke Vietnam. Wanita pertama peraih trạng nguyên (nữ trạng nguyên) adalah Nguyễn Thị Duệ, yang kemudian menjadi permaisuri Kaisar Mạc Kính Cung dari dinasti Mạc, setelah itu menjadi permaisuri Kaisar Lê Thần Tông dari dinasti Lý yang menghancurkan dinasti Mạc.

Referensi

  1. ↑
  2. ↑ 萧源锦,《狀元史話》,重庆出版社,1992,ISBN7-5366-1648-1
  3. ↑ Mao (1998), hlm. 43. sfnp error: tanpa target: CITEREFMao1998 (bantuan)


40px-Flag-map_of_the_Greater_People%27s_Republic_of_China.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik Tiongkok ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan