Senin, 26 Oktober 2026
15:15 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Zhang Zuolin

Zhang Zuolin

panglima perang, Republik Tiongkok

Bagikan:
Chinese warlord and politician (1875–1928)Templat:SHORTDESC:Chinese warlord and politician (1875–1928)
Dalam artikel ini, nama keluarganya adalah Zhāng (張).
"Zuolin" beralih ke halaman ini. Untuk the Chinese masculine given name, lihat Zuolin (name).

Zhang Zuolin
張作霖
250px-Zhangzuolin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zhang pada 1924
Generalissimo Pemerintahan Militer Tiongkok
Masa jabatan
18 Juni 1927 –4 Juni 1928
Perdana MenteriPan Fu
PendahuluWellington Koo
(sebagai Pj. Presiden)
PenggantiTan Yankai
(sebagai Ketua Pemerintahan Nasional)
Panglima Perang Manchuria
Masa jabatan
1922 –June 4, 1928
PenggantiZhang Xueliang
Informasi pribadi
Lahir(1875-03-19)19 Maret 1875
Meninggal4 Juni 1928(1928-06-04) (umur 53)
Sebab kematianpembunuhan berencana/terarah menggunakan bom
Partai politikKelompok Fengtian
Suami/istri
  • Zhao Chungui
  • Lu Shouxuan
Anak14, including:
Penghargaan sipil
Order of Rank and Merit
Order of the Golden Grain
Order of Wen-Hu
JulukanOld Marshal
Rain Marshal
Mukden Tiger
King of the Northeast
Karier militer
Pihak
PangkatMarsekal Besar Republik tiongkok, generalissimo
Pertempuran/perang

Zhang Zuolin (Hanzi: 张作霖, 19 Maret 1873-4 Juni 1928) adalah salah satu panglima perang Tiongkok pada zaman Republik Tiongkok awal abad 20. Dia adalah panglima perang untuk wilayah Manchuria dan pernah menguasai daerah yang luas di bagian utara Tiongkok. Julukannya adalah Komandan Besar (大帥), Komandan Hujan (雨帥) atau Harimau Mukden.

Zhang lahir dari keluarga sederhana. Dalam karier militernya dia pernah membantu Jepang dalam perang Rusia-Jepang (1904-1905) sebagai pemimpin dari milisi Manchuria. Di bawah pemerintahan Republik Tiongkok dia menduduki beberapa jabatan penting dalam militer. Sejak diangkat sebagai inspektur jendral Manchuria hingga kematiannya, dia memegang kendali efektif atas wilayah itu. Dia tak henti-hentinya melancarkan peperangan untuk memperluas wilayah kekuasaannya ke daerah selatan sejak tahun 1920 dan seterusnya, terlibat dalam pertikaian tiga pihak dengan panglima perang lainnya Wu Peifu dan Feng Yuxiang untuk memperebutkan kontrol atas Beijing. Pasukan Fengtian yang dipimpinnya berhasil menduduki daerah Beijing dan Tianjin hingga dipukul mundur tahun 1926 oleh Jiang Jieshi (Chiang Kai-shek) dalam ekspedisi utaranya. Jiang kemudian memaksa para panglima perang untuk menyerah dan membangun pemerintahan nasional Tiongkok, dengan demikian zaman para panglima perang berakhir sudah.

Tahun 1928, Zhang makin bersikap tidak kooperatif dengan pemerintah Jepang di Manchuria dan dia berangkat ke Beijing untuk menyerah pada Jiang. Akibatnya dia dihabisi oleh Jepang dengan cara mengebom kereta yang ditumpanginya dalam perjalanan pulang ke Shenyang setelah baru saja menyerahkan kontrol atas Beijing kepada pemerintah nasionalis Guomindang yang dipimpin Jiang Jieshi. Pembunuhan ini dilaksanakan oleh sekelompok kecil tentara dari pasukan Guandong dan dipimpin oleh perwira senior pasukan Guandong, Kolonel Daisaku Komoto. Ini adalah bagian dari persekongkolan untuk mengamankan sebagian besar Manchuria di luar jalur kereta api Manchuria selatan yang diserahkan pada Jepang setelah perang Rusia-Jepang. Kekuasaannya atas Manchuria diteruskan oleh anaknya Zhang Xueliang yang juga dikenal dengan julukan Komandan Muda.

Zhang Zuolin
Jabatan politik
Didahului oleh:
Duan Qirui
Presiden Republik Tiongkok
18 Juni 1927 – 2 Juni 1928
Diteruskan oleh:
Tan Yankai
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan