Minggu, 25 Oktober 2026
20:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Zat antiketuk

Bagikan:

Zat anti ketuk (antiknock agent) adalah zat tambahan yang digunakan pada bensin untuk mengurangi detonasi (disebut juga ketukan) pada mesin.

Ketukan dan bilangan oktan

Bahan bakar bensin yang terjadi dari berbagai alkana, termasuk alkana berantai lurus yang cenderung terbakar tidak merata, menyebabkan fenomena ketukan (knocking) atau detonasi yang dapat merusak mesin. Bilangan oktan adalah angka yang menunjukkan kualitas bensin dari segi kehalusan pembakaran, semakin sedikit ketukan, semakin tinggi bilangan oktannya.[1][2]

Zat anti ketuk

Untuk mengurangi ketukan (atau menaikkan bilangan oktana), dapat digunakan zat-zat tambahan (aditif). Salah satu yang termurah adalah tetra etil timbal (TET. disebut juga TEL dari tetraethyllead) senyawa yang terdiri dari atom timbal yang terikat dengan empat gugus etil. Walaupun meningkatkan kualitas bensin, penggunaan TET mengakibatkan pelepasan timbal yang terbakar ke udara, karena timbal merupakan unsur berbahaya, hal ini menimbulkan bahaya dari segi kesehatan. Karena itu, TET mulai ditinggalkan dan dicari senyawa lainnya yang berongkos murah dan dapat mengurangi ketukan.[1]

Ferosena dan senyawa-senyawa turunannya adalah contoh zat anti ketuk yang digunakan selain tetra etil timbal.[3]

Referensi

  1. 1 2 Prinsip-Prinsip Kimia Modern. Vol. Jilid 2 (Edisi 4). Erlangga. hlm. 117–118. ISBN 978-979-688-268-7.
  2. ↑ Kimia SMA/MA Kls X (Diknas). Grasindo. hlm. 234. ISBN 978-979-025-025-3.
  3. ↑ "Application of fuel additives" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2006-05-05.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan