Minggu, 01 November 2026
16:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Zat antigizi

Bagikan:

Zat antigizi adalah suatu zat alami pada bahan pangan yang dapat menghambat penyerapan zat gizi baik itu makro maupun mikro dalam tubuh serta menurunkan nilai zat gizi bahan makanan tersebut. Umumnya zat antigizi ini terdapat pada bahan makanan berprotein nabati (dari tumbuhan) seperti kacang-kacangan, polong-polongan, biji-bijian, serealia, beberapa jenis sayuran, umbi-umbian, dan yang lainnya. Zat antigizi ini sendiri berfungsi pada tumbuhan sebagai bentuk perlindungan dari gangguan hama atau serangga. Terdapat beberapa jenis zat antigizi yang dapat mengganggu penyerapan protein, berikut diantaranya:

'Antitripsin' merupakan senyawa protein yang dapat menghambat aktivitas enzim tripsin di dalam saluran cerna. Enzim tripsin berfungsi untuk mengubah ukuran protein yang akan dicerna dari bentuk yang kompleks (Rumit) menjadi bentuk sederhana (simpel). Apabila kedua zat tersebut berinteraksi, pencernaan protein akan terganggu, dan penyerapannya menjadi kurang optimal. Zat antitripsin banyak ditemui pada kacang-kacangan dan umbi-umbian.[1]

Tantang

Zat Antigizi tidak berbahaya karena bisa mengurangi daya serap Zat lain pada sebuah Tumbuhan.

Referensi

  1. ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2017-05-21. Diakses tanggal 2020-02-10.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan