Rabu, 28 Oktober 2026
17:51 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Zarah Leander

Zarah Leander

Bagikan:
Zarah Leander
250px-Zarah_Leander_1931_035.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Leander (1931)
Lahir(1907-03-15)15 Maret 1907
Karlstad, Swedia
Meninggal23 Juni 1981(1981-06-23) (umur 74)
Stockholm, Swedia
PekerjaanAktris, penyanyi
Pasangan menikah
  • Nils Leander (1926–1930)
  • Vidar Forsell (1932–1943)
  • Arne Hülphers (1956–1978)
Anak2

Zarah Leander (pelafalan dalam bahasa Jerman:[ˈt͡sa.ʁaleː.ˈʔan.dɐ]ⓘ; 15 Maret 1907 – 23 Juni 1981) adalah seorang penyanyi dan aktris asal Swedia yang meraih kesuksesan besar saat berada di Jerman antara tahun 1936 dan 1943, saat itu ia dikontrak dan bekerja di perusahaan Universum Film AG (UFA).

Meskipun tidak ada angka penjualan rekaman yang pasti, ia mungkin termasuk penyanyi rekaman terlaris di Eropa pada tahun-tahun sebelum 1945. Keterlibatannya dengan UFA menyebabkan film dan liriknya berhubungan dengan propaganda Nazi. Meskipun ia tidak mengambil posisi politik publik dan dijuluki sebagai "Musuh Jerman" oleh Joseph Goebbels, ia tetap menjadi sosok kontroversial sampai akhir hayatnya. Sebagai seorang penyanyi, Leander dikenal karena gaya percaya dirinya dan suara contralto yang dalam, dan juga dikenal sebagai "bariton para perempuan".[1][2]

Masa kecil

Ia lahir dengan nama Sara Stina Hedberg di Karlstad, belajar piano dan biola saat masih kecil, dan bernyanyi di atas panggung untuk pertama kalinya pada usia enam tahun. Awalnya ia tidak berniat menjadi pemain profesional dan menjalani kehidupan biasa selama beberapa tahun. Sebagai seorang remaja dia tinggal selama dua tahun di Riga, Latvia (1922–1924), di mana dia belajar bahasa Jerman, bekerja sebagai sekretaris, menikah dengan Nils Leander (1926), dan memiliki dua orang anak (1927 dan 1929). Namun, pada tahun 1929 saat masih amatiran, dalam tur kabaret yang diprakarsai penghibur dan produser Ernst Rolf dan untuk pertama kalinya ia bernyanyi "Vill ni se en stjärna", yang segera menjadi lagu khasnya.

Karier

Pada tahun 1930, ia berpartisipasi dalam empat kabaret di Stockholm, membuat rekaman pertamanya, termasuk kover dari lagu Marlene Dietrich yang berjudul "Falling in Love Again", dan memainkan perannya sebagai dalam sebuah film. Saat itu ia telah menceraikan Nils Leander. Pada tahun-tahun berikutnya, ia memperluas kariernya dan mencari nafkah sebagai seniman panggung dan film di Skandinavia. Ketenarannya terdengar seantero Benua Eropa dan sampai di Hollywood, tempat sejumlah aktor dan sutradara Swedia bekerja.

Pada awal tahun 1930-an ia tampil bersama Karl Gerhard yang merupakan seorang anti-Nazi terkemuka. Karl menulis lagu untuk Zarah Leander, "I skuggan av en stövel", pada tahun 1934 yang mengutuk keras penganiayaan terhadap orang Yahudi di Nazi Jerman.

Leander memilih karier internasional di Eropa. Sebagai seorang ibu dari dua anak yang masih bersekolah, ia mengesampingkan kemungkinan pindah ke Amerika, takut akan konsekuensi membawa anak-anak mereka ke tempat yang jauh dan tidak dapat menemukan pekerjaan. Meskipun situasi politiknya berbeda, Austria dan Jerman jauh lebih dekat dengan rumah, dan Leander sudah fasih berbahasa Jerman.

Ketenarannya yang kedua muncul saat debut internasionalnya, yaitu pemutaran perdana dunia (1936) Axel an der Himmelstür di Theater an der Wien di Wina, disutradarai oleh Max Hansen. Filmnya merupakan parodi Hollywood dan bukan hanya parodi tentang Marlene Dietrich. Disusul oleh film dari Austria bertajuk Premiere, di mana ia berperan sebagai bintang kabaret yang sukses.

Akhir hayat

250px-Zarah-Leander-1957.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arne Hülphers dan Zarah Leander mengunjungi Helsinki pada tahun 1957

Film terakhirnya di Nazi Jerman ditayangkan perdana pada 3 Maret 1943. Vilanya di Grunewald terkena serangan udara, dan Nazi yang semakin putus asa menekan ia untuk mengajukan kewarganegaraan Jerman. Pada saat itu ia memutuskan untuk mundur ke Swedia, di sana ia telah membeli sebuah rumah besar di Lönö [sv], tidak jauh dari Stockholm. Ia masih terikat kontrak untuk membuat film lain di UFA, tetapi menahan perwakilan film dengan menolak naskah demi naskah.

Secara bertahap ia berhasil mendapatkan pertunangan di panggung Swedia. Setelah perang ia akhirnya kembali melakukan tur di Jerman dan Austria, mengadakan konser, membuat rekaman baru dan berakting dalam musikal. Kembalinya ia disambut dengan antusias oleh generasi sebelum perang yang tidak pernah melupakannya. Ia muncul dalam sejumlah film dan acara televisi, tetapi ia tidak pernah mendapatkan kembali popularitas yang ia nikmati sebelum dan pada tahun-tahun pertama Perang Dunia II.

Pada tahun 1981, setelah pensiun dari dunia hiburan, ia meninggal di Stockholm karena komplikasi akibat stroke.[3]

Referensi

  1. ↑ Peucker, Brigitte. The Material Image: Art and the Real in Film. Stanford University Press 2007. p. 120 ISBN9780804754316 Diarsipkan 2017-09-05 di Wayback Machine
  2. ↑ "A Taste of the Music of Zarah Leander". YouTube: Flower Bomb. 29 Juni 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Zarah Leander, Swedish singer". Miami Herald. Stockholm. UPI. 1981-06-24. hlm. 83. Diakses tanggal 2024-06-17 – via Newspapers.com.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Zarah Leander.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan