Selasa, 22 September 2026
11:23 WIB
TERKINI
Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara Regional Solo Safari Bantah Larang Hijab, Akui Ada Kesalahan Komunikasi Berita Banjir Bandang Landa Kompleks Pemkab Solok, Peralatan Kantor Hanyut dan Warga Mengungsi Berita Mengungkap Jaringan Video Asusila "A Day in My Life": Dua Pelaku Raup Jutaan Rupiah Berita Nusron Wahid Mundur dari Golkar, Serahkan Detail ke Bahlil Lahadalia Wawancara Tragedi 1965: Oka Rusmini Soroti Perampasan Hak Hidup Perempuan Prelude Dua Mantan Menteri Keuangan: Riwayat Berbeda di Kursi Kasir Negara Politik Kepala BGN Gencar Beriklan di Medsos, Benahi Citra Program Makan Bergizi Gratis Bisnis Jerat Pungli Ancam UMKM Indonesia: Kisah Bolosego dan Solusi Mendesak Hukum & Kriminal Empat Eks Pejabat LPEI Divonis 6 Tahun Penjara dalam Skandal Korupsi Pembiayaan Ekspor Hukum & Kriminal Mantan Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Bebas Bersyarat Usai Dua Tahun Dipenjara
Zanata

Zanata

kelompok etnik

250px-Museodelanaturalezayelhombre06.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Batu Zanata di Tenerife, Spanyol

Zanata (bahasa Berber: Iznaten, ⵉⵣⵏⴰⵜⴻⵏ atau Iznassen, ⵉⵣⵏⴰⵙⴻⵏ; bahasa Arab:زناتة Zanātah) merupakan sekelompok suku Barbar, yang mendiami area yang membentang dari Aljazair ke Maroko pada zaman dahulu bersama Sanhaja dan Masmuda.[1] Gaya hidup mereka sebagian besar Nomaden[2][3] atau semi-nomaden.[4]

Sosial

Sejarawan muslim abad ke-14 Ibnu Khaldun menjelaskan bahwa suku Zanata dibagi menjadi tiga suku besar: Jarawa, Maghrawa, dan Bani Ifran. Sebelumnya mereka menempati sebagian besar Maghreb (Tamazgha) kemudian berpindah ke selatan dan barat dalam konflik dengan kelompok Kutama dan Houra. Zanata memeluk agama Islam lebih awal yaitu pada abad ke-7, sementara suku Amazig lainnya terus menghadapi perlawanan terhadap penaklukan Kekhalifahan Umayyah hingga mereka memasuki agama islam pada abad ke-8. Mereka juga membentuk pasukan besar dalam penaklukan Muslim berikutnya atas Iberia.[5]

Bahasa

Suku Zanata berbicara dengan bahasa Berber (Amazigh). Ibnu Khaldun menuliskan bahwa dialek mereka berbeda dengan dialek Suku Berber lainnya. Ahli bahasa Prancis Edmond Destaing pada tahun 1915 menyimpulkan bahwa bahasa Zenati masih termasuk dalam subkelompok bahasa Berber Utara, termasuk juga bahasa Tarifit Berber di timur laut Maroko dan bahasa Shawiya Berber di timur laut Aljazair.

Sejarah politik

Sebelum penaklukan Arab, Zanata menempati wilayah antara Tunisia dan Tripolitania - yang saat ini disebut dengan Libya, sebelum mereka bermigrasi ke barat dan menetap di Aljazair barat dekat Tiaret dan Tlemcen. Sementara itu beberapa dari kelompok mereka terus bergerak lebih jauh ke barat menuju Maroko.[5] Mereka mendominasi politik di Maghreb barat (Maroko dan Aljazair barat) dalam dua periode yang berbeda: pada abad ke-10, yaitu selama kemunduran Dinasti Idrisiyah, sebagai utusan untuk Kekhalifahan Fathimiyah atau Dinasti Umayyah di Cordoba, dan pada abad ke-13 hingga ke-16 dengan munculnya Dinasti Zayyaniyah di Aljazair, Kesultanan Mariniyyah, dan Kesultanan Wattasid di Maroko.[5]

Lihat pula

Pranala luar

Wikisource memiliki teks artikel the 1911 Encyclopædia Britannica tentang Zenata.

Referensi

  1. Nelson, Harold D. (1985). Morocco, a country study. Area handbook series. Washington, D.C.: The American University. hlm. 14.
  2. Ilahiane, Hsain (2004). Ethnicities, Community Making, and Agrarian Change: The Political Ecology of a Moroccan Oasis (dalam bahasa Inggris). University Press of America. hlm. 44.
  3. Wright, John (2012). A History of Libya (dalam bahasa Inggris). Hurst. hlm. 48.
  4. Romey, Alain (1998). Perception de la limite et de la frontière au Maghreb de l'Antiquité à la contemporanéité nomade (PDF) (dalam bahasa Prancis). Cahiers de la Méditerranée. hlm. 29–38.
  5. 1 2 3 Ilahiane, Hsain (2006). Historical Dictionary of the Berbers (Imazighen). Scarecrow Press. hlm. 91–95. ISBN 9780810864900.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan