Sabtu, 31 Oktober 2026
23:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Zamenis situla

Zamenis situla

Bagikan:
Zamenis situla
250px-Elaphe_situla.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Zamenis situla
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Squamata
Subordo: Serpentes
Famili: Colubridae
Genus: Zamenis
Spesies:
Z. situla
Nama binomial
Zamenis situla
Sinonim[2][3]
  • Coluber situla
    Linnaeus, 1758
  • Coluber leopardinus
    Bonaparte, 1834
  • Callopeltis leopardinus
    (Bonaparte, 1834)
  • Natrix leopardina
    (Bonaparte, 1834)
  • Ablabes quadrilineata
    Duméril & Bibron, 1854
  • Coronella quadrilineata
    (Duméril & Bibron, 1854)
  • Elaphe situla
    (Linnaeus, 1758)

Zamenis situla, yang juga disebut ular macan tutul, merupakan ular tidak berbisa dari subfamili Colubrinae dalam famili Colubridae. Spesies ini tersebar di kawasan Eropa Tenggara hingga wilayah barat Anatolia. Ular ini berkembang biak dengan bertelur. Dalam satu musim reproduksi, jumlah telur yang dihasilkan biasanya berkisar antara dua hingga delapan butir.[3]

Taksonomi

Ular ini pertama kali dideskripsikan secara ilmiah dengan nama "Coluber situla" oleh Carl Linnaeus dalam edisi ke-10 Systema Naturae yang terbit pada tahun 1758. Linnaeus mencantumkan Mesir sebagai lokasi tipe, meskipun spesies ini sebenarnya tidak hidup di wilayah tersebut. Saat ini, spesies tersebut ditempatkan dalam genus Zamenis, yang merupakan bagian dari subfamili Colubrinae dalam famili Colubridae.[3][4]

Deskripsi

Ular ini menampilkan warna dasar abu-abu atau cokelat dengan deretan bercak punggung melintang berwarna merah karat atau cokelat yang dikelilingi tepi hitam. Di kedua sisi tubuhnya terdapat barisan bintik hitam yang lebih kecil, tersusun selang-seling dengan pola di bagian punggung. Pada bagian kepala terlihat tanda gelap berbentuk huruf Y di daerah oksiput dan tengkuk, sebuah pita hitam seperti bulan sabit yang melintas dari mata ke mata melalui prefrontal, serta garis hitam lain yang memanjang miring dari postokular menuju sudut mulut. Bagian bawah tubuhnya dapat berwarna putih, bercorak kotak-kotak hitam, atau hampir seluruhnya gelap. Sisik punggungnya tersusun halus dalam 25 atau 27 deret. Individu dewasa dapat tumbuh hingga mencapai panjang total sekitar 90 cm, dengan ekor sepanjang kurang lebih 16 cm.[2]

Persebaran

Ular ini tersebar di Albania, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Italia, Makedonia Utara, Malta, Montenegro, Turki, Ukraina, dan kemungkinan juga Siprus. Spesies ini hidup di berbagai lingkungan seperti semak belukar khas Mediterania, padang rumput, area perkebunan, serta kebun-kebun di pedesaan. Hewan ini dapat ditemukan pada ketinggian hingga sekitar 1.600 m di atas permukaan laut. Ular ini juga kerap memanfaatkan habitat yang dipengaruhi aktivitas manusia, termasuk lumbung, kebun, dan bahkan tempat pembuangan sampah, kemungkinan karena tertarik oleh keberadaan hewan pengerat. Karena kedekatannya dengan lingkungan manusia tersebut, dalam bahasa Yunani ular macan tutul ini sering disebut sebagai “ular rumah”.[1][5]

Referensi

  1. 1 2 Böhme, Wolfgang; Lymberakis, Petros; Ajtic, Rastko; Tok, Varol; Ugurtas, Ismail H.; Sevinç, Murat; Crochet, Pierre-André; Corti, Claudia; Haxhiu, Idriz; Sindaco, Roberto; Avci, Aziz; Crnobrnja Isailovic, Jelka; Kumlutaş, Yusuf (2009). "Zamenis situla". IUCN Red List of Threatened Species (dalam bahasa Inggris). 2009 e.T61444A12485786. doi:10.2305/IUCN.UK.2009.RLTS.T61444A12485786.en. Diakses tanggal 16 November 2021.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 Boulenger GA (1894). Catalogue of the Snakes in the British Museum (Natural History), Volume II., Containing the Conclusion of the Colubridæ Aglyphæ. London: Trustees of the British Museum (Natural History). (Taylor and Francis, printers). xi + 382 pp. + Plates I-XX. (Coluber leopardinus, pp. 41-42).
  3. 1 2 3 "Zamenis situla (LINNAEUS, 1758)". reptile-database.reptarium.cz. The Reptile Database. Diakses tanggal 26 November 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Linné, Carl von and Deutsche Zoologische Gesellschaft (1894). Caroli Linnæi Systema naturæ. Lipsiæ: Sumptibus Guilielmi Engelmann.
  5. ↑ Stevens, Kevin (1995). "The European Ratsnakes of the Genus Elaphe". British Herpetological Society Bulletin (59): 10–20.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan