Sabtu, 03 Oktober 2026
11:08 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Zama

Zama

halaman disambiguasi Wikimedia

Bagikan:
330px-Battles_second_punic_war.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Daerah tempat perang kedua Punisia.

Zama adalah kota kuno di pantai Afrika Utara yang sekarang menjadi daerah Aljazair.[1] Di kota tersebut, pada tahun 202 sebelum Masehi terjadi perang antara bala tentara Romawi di bawah pimpinan Scipio Africanus dan tentara Hannibal dari Carthago.[1] Perang yang dimenangkan oleh pasukan Romawi.[1] Pertempuran itu juga menandai berkhirnya kekuasaan Carthago.[1] Dalam persyaratan damai yang dihasilkan tahun 201 SM, ditetapkan bahwa Carthago tidak memiliki armada lagi, dan hanya boleh berperang dengan persetujuan Roma, walaupun di daerah Afrika sekalipun.[1] Desa Jama yang sekarang di Tunisia umumnya dianggap sebagai letak kota Zama, kota kuno itu.[1] Namun ada dugaan lain, daerah yang terletak 48 km di sebelah timur, jiga diduga sebagai bekas kota tua itu.[1]

Zama merupakan daerah penjajahan Hadrian yang dinamakan menurur salah satu nama Aelia Hadriana Augusta Zama Regia.[2] Informasi tersebut diperoleh dari teks kuno Romawi.[2] Dugaan kuat bahwa daerah tersebut merupakan daerah kekuasaan Ptolemy.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 7 (Indonesia)Hassan Shadily & Redaksi Ensiklopedi Indonesia (Red & Peny)., Ensiklopedi Indonesia Jilid 7 (VAK-ZWI). Jakarta: Ichtiar Baru-van Hoeve, hal. 4024
  2. 1 2 3 (Inggris) Simon Hornblower,Esther Eidinow, dan Antony Spawforth., The Oxford Classical Dictionary. Oxford: Oxford University Press, 2012, Hal. 1586
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan