Minggu, 01 November 2026
13:25 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Zainuddin Labay El Yunusy

Zainuddin Labay El Yunusy

Islamic scholar and educator from Indonesia

Bagikan:
Zainuddin Labay El Yunusy
250px-Zainuddin_Labay_El_Yunusy_pd.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lahir1890 (1890)
Belanda Kanagarian Bukit Surungan,[a] Padangpanjang, Hindia Belanda
MeninggalKesalahan ekspresi: Karakter tanda baca "{" tidak dikenal. Juni 10 Juli 1924(10 Juli 1924-06-{{{3}}}) (umur Error: Need valid year, month, day)Kesalahan ekspresi: Kata "juli" tidak dikenal.
PekerjaanUlama
Dikenal karenaPendiri Sumatra Thawalib dan Diniyah Putri
Pasangan menikahSawiyah dan Djaliah
AnakZuraida Zainuddin
Tanius Mathran Hibatullah Zainuddin
Orang tuaMuhammad Yunus al-Khalidiyah (ayah)
Rafi’ah (ibu)

Zainuddin Labay El Yunusy (lahir di Kanagarian Bukit Surungan,[a] Padangpanjang, tahun 1890 - meninggal di Padang, 10 Juli 1924 pada umur sekitar 34 tahun) adalah seorang ulama reformis dari Minangkabau (Sumatera Barat). Ia bersama Haji Abdul Karim Amrullah merupakan tokoh penting pada awal pendirian sekolah atau perguruan Islam modern Sumatra Thawalib di Padangpanjang, Sumatera Barat pada masa penjajahan Belanda. Di samping menjadi pengajar di sekolah tersebut, Zainuddin juga mendirikan sekolah Islam, Diniyyah School,[3] sebelum beberapa tahun kemudian Diniyyah Puteri didirikan oleh adiknya, Rahmah El Yunusiyyah.[4]

Secara nasab, nenek moyang Zainuddin berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Zainuddin berasal dari suku Sikumbang.[b]

Catatan Kaki

  1. 1 2 Nagari Bukit Surungan bukan merujuk pada Kel. Bukit Surungan sekarang, karena wilayah nagari ini mencakup wilayah yang sekarang terdiri dari beberapa kelurahan yakni Bukit Surungan (kelurahan), Pasar Usang, Kampung Manggis, Silaing Atas, dan Silaing Bawah. Ada pula yang menyebutkan bahwa wilayahnya juga mencakup Pasar Baru, tapi cukup diragukan karena tidak sesuai dengan larasgrens (perbatasan laras) yang diketahui tertera pada peta topografi wilayah Padang Panjang yang diterbitkan oleh Biro Topografi Pemerintah Kolonial Belanda di Batavia pada tahun 1893,[1] berhubung Bukit Surungan juga sebagai kubu pihak Kelarasan VI Koto.[2]
  2. ↑ Berhubung juga bersaudara dengan Rahmah El Yunusiyah, sehingga memiliki riwayat keluarga yang sama. Dalam buku "Seri Tokoh Islam: Syekhah Hajjah Rangkayo Rahmah El Yunusiyah" yang ditulis oleh Endi Aulia Garadian dan Tati Rohayati, disebutkan bahwa secara nasab, nenek moyang Rahmah berasal dari Nagari Ampek Angkek, Kabupaten Agam. Secara genetis, Rahmah berasal dari suku Sikumbang.[5]

Referensi

  1. ↑ Budi (06 Juni 2024). "Menelusuri Jejak Padang Panjang 130 Tahun Silam, Jejak Sejarah yang Penting Diketahui". Pasbana. Diakses pada tanggal 21 April 2025.
  2. ↑ Arsip Zainal Sutan Salim (yang diambil dari dalam arsip anggota Onderafdee Lingsraad Batipuh X Koto Padangpanjang), melalui —Ferry, Marefri (2011). "Asal Usul Kota Padang Panjang". Facebook. Diakses pada sekitar tahun 2017-2018.—
  3. ↑ Musri 2015, hlm. 1-2.
  4. ↑ Nasar & 4 Mei 2023.
  5. ↑ Garadian & Rohayati 2024, hlm. 8.

Daftar Pustaka


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan