Jumat, 30 Oktober 2026
02:13 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Yvette Cauchois

Yvette Cauchois

Bagikan:
250px-Solvay_conference_1951_g.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konferensi Fisika Solvay di Brussels 1951; Cauchois sedang duduk, ketiga dari kiri.

Yvette Cauchois (19 Desember 1908 – 19 November 1999) merupakan seorang ilmuwan fisika asal Prancis. Ia terkenal berkat sumbangsihnya dalam bidang spektroskopi sinar-X dan optik sinar-X, serta menjadi perintis penelitian sinkrotron di Eropa.

Pendidikan

Cauchois menempuh pendidikan sekolahnya di Paris dan melanjutkan ke jenjang sarjana di Sorbonne, meraih gelar di bidang ilmu fisika pada Juli 1928. Ia kemudian melanjutkan studi pascasarjana di Laboratorium Kimia Fisika dengan bantuan beasiswa dari Dana Nasional untuk Ilmu Pengetahuan. Pada tahun 1933, Cauchois meraih gelar doktor berkat penelitiannya mengenai penggunaan kristal melengkung untuk analisis sinar-X dengan resolusi tinggi.[1]

Karier Akademis

Setelah merampungkan studi doktoral, Cauchois ditunjuk sebagai asisten peneliti di laboratorium Jean Perrin di Centre national de la recherche scientifique (CNRS). Pada tahun 1937, ia naik jabatan menjadi peneliti dan turut serta dalam peluncuran Palais de la Découverte pada tahun yang sama.[1][2]

Pada Januari 1938, Cauchois diangkat sebagai kepala Laboratorium Kimia Fisika di Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Paris.[2] Saat Perang Dunia II meletus, Cauchois memastikan laboratorium tetap beroperasi dengan menjabat sebagai Kepala Studi ketika Jean Perrin terpaksa melarikan diri ke Amerika Serikat.[3] Setelah Pembebasan Prancis pada tahun 1945, yang mengakibatkan pemberhentian Louis Dunoyer de Segonzac, Cauchois naik jabatan menjadi Profesor di Sorbonne. Pada tahun 1954, ia diangkat sebagai Ketua Fisika Kimia, menggantikan Edmond Bauer dalam memimpin laboratorium tersebut.

Dengan jumlah peneliti semakin banyak dan ruang di Laboratorium tidak lagi mencukupi, Cauchois mendirikan Centre de Chimie Physique di Orsay pada tahun 1960. Ia memimpin lembaga ini selama sepuluh tahun sembari tetap bekerja di Sorbonne. Pada tahun 1971, setelah Sorbonne dibagi, ia bergabung dengan Universitas Paris VI.[2][3]

Cauchois memimpin French Society of Physical Chemistry dari tahun 1975 sampai 1978. Ia adalah wanita kedua yang menduduki posisi tersebut, setelah Marie Curie. Dari tahun 1978 hingga pensiun pada tahun 1983, Cauchois menjabat sebagai Profesor Emeritus di Universitas Paris VI.[2] Ia bahkan masih aktif melakukan penelitian di laboratorium hingga tahun 1992 (pada usia 83 tahun).[4] Selama hidupnya, Cauchois telah menerbitkan lebih dari 200 karya ilmiah, yang masih sering dirujuk hingga saat ini.[4]

Penghargaan

Referensi

  1. 1 2 Bonnelle, Christiane (1 April 2001). "Yvette Cauchois". Physics Today. 54 (4): 88–89. Bibcode:2001PhT....54d..88B. doi:10.1063/1.1372125.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 "Cauchois Yvette". Parcours des Sciences (dalam bahasa Prancis). Diakses tanggal 24 Maret 2025.
  3. 1 2 3 Apotheker, Jan; Simon Sarkadi, Livia (2011). European Women in Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH Verlag. ISBN 9783527329564.
  4. 1 2 Bonnelle, Christiane; Hamermesh, Bernard; Stahl, Frieda. "Cauchois, Yvette". cwp.library.ucla.edu. University of California, Los Angeles. Diakses tanggal 24 Maret 2025.


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan