Senin, 12 Oktober 2026
02:35 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka
Yulia Billiart

Yulia Billiart

Bagikan:
250px-St._Julie_Billiart.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yulia Billiart

Yulia Billiart (12 Juli 1751 – 8 April 1816) adalah seorang biarawati asal Prancis. Ia dilahirkan di Belgia pada tahun 1751. Pamannya, seorang guru desa, mengajarinya membaca dan menulis. Yulia terutama senang sekali belajar katekismus (pelajaran agama). Ketika usianya baru tujuh tahun, ia sudah menerangkan kebenaran iman kepada anak-anak kecil lainnya. Ketika orangtuanya jatuh miskin, ia bekerja keras untuk membantu menopang keluarganya. Ia bahkan ikut pergi menuai hasil panenan. Namun demikian, ia selalu menyisihkan waktu untuk berdoa, mengunjungi mereka yang sakit, dan mengajarkan katekese.

Pada masa mudanya, ia menderita sakit parah yang menyebabkannya lumpuh total. Ia tidak lagi dapat bekerja, tetapi ia mempersembahkan doa-doanya kepada Tuhan agar banyak orang dapat menemukan kebahagiaan sejati bersama-Nya. Ia merasa jauh lebih akrab dengan Tuhan daripada sebelumnya. Ia tetap mengajarkan katekese dari pembaringannya.

Yulia seorang yang penuh dengan Roh Kudus. Banyak orang datang kepadanya untuk meminta nasihat sebab ia dapat membantu mereka mendekatkan diri kepada Yesus dan mengamalkan iman mereka dengan penuh cinta. Ia mendorong semua orang untuk menerima Komuni Kudus sesering mungkin. Kasih Yulia kepada Tuhan membangkitkan semangat banyak wanita muda. Mereka rela mengorbankan waktu serta kekayaan mereka untuk karya amal kasih. Dengan Yulia sebagai pemimpin, mereka membentuk Kongregasi Suster-suster dari Notre Dame de Namur.

St.Yulia menghabiskan sisa hidupnya untuk mempersiapkan para gadis yang hendak menjadi biarawati. Ia mengurus kongregasinya. Ia banyak menderita oleh karena mereka yang tidak mengerti karyanya, tetapi ia senantiasa mengandalkan Tuhan. Kata-kata kesukaannya ialah: “Betapa baiknya Allah yang baik itu.” Tuhan meyakinkannya bahwa suatu hari kelak, kongregasi religiusnya akan berkembang menjadi amat besar. Dan itulah yang terjadi. Meskipun St. Yulia telah wafat pada tanggal 8 April 1816, ada banyak suster dari kongregasi St. Yulia yang tersebar di seluruh dunia.[1]

Keluarga

Billiart lahir di Cuvilly, Picardy, Prancis utara. Ayahnya adalah Jean-Francois Billiart, seorang petani dan pemilik toko. [2] Sementara ibunya bernama Marie-Louise-Antoinette Debraine, yang dikenal sebagai sosok Kristen yang saleh.

Masa kecil Billiart dipenuhi dengan tekad untuk melayani Tuhan. Saat usianya tujuh tahun, ia sudah menghafal katekismus dan mengajarkannya kepada teman-temannya. Pada usia sembilan tahun, ia mengucapkan kaul kemurnian. [2]

Namun kesulitan ekonomi menyertai kehidupannya di usia 16 tahun. Saat itu, toko Ayahnya dirampok dan keuangan keluarganya tidak pernah pulih. Billiart dewasa bekerja sebagai petani sembari tetap mengajar lagu rohani dan menceritakan kisah Alkitab sebagaimana saat dirinya masih kecil. Saking dihormati atas kesalehannya, ia dijuluki orang kudus dari Cuvilly. [3]

Kehidupan Awal

Pada tahun 1774, Biliart harus menyaksikan penembakan Ayahnya. Peristiwa tersebut menyisakan trauma dan kelumpuhan baginya. Meski terbaring di tempat tidur selama 22 tahun sejak tahun 1784, ia menunjukkan karunia yang luar biasa. Biliart tetap mengajar menerima Ekaristi setiap hari, melakukan momen permenungan selama empat sampai lima jam sehari. [3]

Biliart juga menghabiskan waktunya dengan berkarya. Ia membuat kain untuk altar, mengajar baik petani yang miskin dari Cuvilly maupun bangsawan dari Picardy, serta menyertai anak-anak desa sebelum menerima Komuni. [2]

Referensi

  1. ↑ "Santa Yulia Billiart". Jago Kosmos.
  2. 1 2 3 "Born into a simple farming family". www.sndohio.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-09-01.
  3. 1 2 Notre Dame, Sister of (1910). Catholic Encyclopedia. Vol. 8 (Edisi St. Julie Billiart).{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Flag of PrancisBiography icon

Artikel bertopik biografi Prancis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan