Minggu, 01 November 2026
02:30 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Yudi Latif

Yudi Latif

Aktivis dan cendekiawan Indonesia

Bagikan:
Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
Artikel biografi ini berkualitas rendah karena ditulis menyerupai resume atau daftar riwayat hidup (Curriculum Vitae). Tolong bantu perbaiki agar netral dan ensiklopedis. (September 2025)
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Yudi Latif" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(September 2025) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Yudi Latif
250px-Yudi_Latif_sebagai_Kepala_UKP_PIP.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila
Masa jabatan
28 Februari 2018 –8 Juni 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiYudian Wahyudi
Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila
Masa jabatan
7 Juni 2017 –28 Februari 2018
PresidenJoko Widodo
PendahuluTidak ada; jabatan baru
PenggantiDialihkan ke jabatan lain
Informasi pribadi
Lahir26 Agustus 1964 (umur 62)
Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia
Suami/istriLinda Natalia Rahma
Anak4

Yudi Latif (lahir 26 Agustus 1964) adalah aktivis dan cendekiawan muda, Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia) dan Direktur Eksekutif, Reform Institute, dan aktif sebagai dosen tamu di sejumlah Pendidikan Tinggi.[1]

Kehidupan

Yudi menamatkan studi S1 pada Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran (1990), S2 dalam Sosiologi Politik dari Australian National University (1999), dan S3 dalam Sosiologi Politik dan Komunikasi dari Australian National University (2004).

Selain aktif sebagai Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan-Indonesia (PSIK-Indonesia), Yudi juga aktif sebagai anggota ahli Komunitas Indonesia untuk Demokrasi (KID), 2009-sekarang. Dia juga termasuk Anggota Dewan Pendiri Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta 1998-2005 Nurcholish Madjid Society, 2008-sekarang. Juga membagi waktunya sebagai Pimpinan, Pesantren Ilmu Kemanusiaan dan Kenegaraan (PeKiK-Indonesia), 2008-Sekarang. Selain itu Yudi Latief menjabat Pemimpin Redaksi, "Biografi Politik", 2008-sekarang dan Pemimpin Redaksi Majalah 'Kandidat', 2004.

Kehidupan pribadi

Yudi Latief menikah dengan Linda Natalia Rahma. Mereka memiliki 4 anak.[butuh rujukan]

Karya

  • PhD: The Muslim Intelligentsia of Indonesia: A Genealogy of Its Emergence in the 20th Century
  • Masters: On Securalisation and Islamisation in Indonesia: A Sociological Interpretation (to be published soon)
  • Bachelor: The Politics of Communication in the New Order State of Indonesia

Buku

  • Wawasan Pancasila Edisi Komprehensif Diarsipkan 2020-09-27 di Wayback Machine, Mizan, 2020
  • Wawasan Pancasila, Mizan, 2018
  • Revolusi Pancasila, Mizan, 2015
  • Mata Air Keteladanan, Mizan, 2014
  • Sastra Menyemai Peradaban Bangsa, Akan terbit, Kompas Publisher, 2009
  • Yang Laju dan Yang Layu, Akan Terbit, 2009
  • Negara Utama: Fundamen Rancangbangun Indonesia, Akan Terbit, 2009
  • Indonesian Muslim Intelligentsia and Power, ISEAS, Singapore, 2008
  • Dialektika Islam: Sekularisasi dan Islamisasi di Indonesia, Jalasutra, Yogyakarta (2007)
  • Muslim Inteligensia dan Kuasa (The Muslim Intelligentsia and Power in the 20th Century Indonesia), Mizan, Bandung, 2005
  • Menuju Revolusi Demokratik: Mandat untuk Perubahan Indoneisa (Towards a Democratic Revolution: Mandate for Indonesian Changes), Djambatan, Jakarta, 2004
  • Bahasa dan Kekuasaan: Politik Wacana di Panggung Orde Baru (Language and Power: The Politics of Discourse in the New Order Period of Indonesia), Mizan, Bandung, 1996
  • Masa Lalu yang Membunuh Masa Depan (The Past that Kills the Future), Mizan, Bandung, 1999
  • Hegemoni Budaya dan Alternatif Media Tanding (Cultural Hegemony and Counter-Media Alternatives), MASIKA, Jakarta, 1993

Bagian dalam Buku

  • ‘Sekularisasi Masyarakat dan Negara Indonesia’ (Secularising the Indonesian State and Society), in K. Hidayat and A. Gaus (eds), Islam, Negara dan Civil Society, Paramadina, Jakarta, 2005.
  • ‘Kembara dan Kembali’ (Advanture and Reversal), in Achdiat K. Mihardja’s novel, Manifesto Khalifatullah, Mizan, 2005
  • ‘Gerak Pembaruan Politik yang Tertawan’ (The Captivated Political Reform), in Gerak Politik yang Tertawan: Menggagas Ulang Prinsip-prinsip Lembaga Kepresidenan, CPPS, Jakarta, 2004.
  • “Internet di Indonesia: Dari Cyberdemocracy hingga Cyberporn” (Internet in Indonesia: From Cyberdemocracy to Cyberporn), in M. Dawam Rahardjo (ed), The Indonesian Yearbook 1996, CIDES, Jakarta, 1996
  • “Orde Baru, Ideologi, dan Hegemoni “ (The New Order State, Ideology, and Hegemony), in Lukman Hakiem et.al (ed), Melangkah ke Masa Depan (To Step to The Future), APN Pustaka, Jakarta, 1996.
  • “Televisi dan Dampak Sosial-budayanya” (Television and Its Socio-cultural Impacts), in Nasir Tamara (ed), Televisi dan Dampak Kebudayaannya (Television and its Cultural Impacts), Yayasan Dialog Bangsa, Jakarta, 1996
  • “Added Value: A Leading Concept”, in Adi Sasono et.al. (Ed.), Human Resources Development and The Mastery of Technology, CIDES, Jakarta, 1994
  • “Potensi Sumberdaya Iptek, Litbang dan Inovasi pada Industri mesin di Indonesia” (The Potential of human Resources, R&D and Innovation on Machinery Industries in Indonesia), in Pink Sukardi (Ed.), Potensi Litbang pada Industri Mesin di Indonesia (R&D) Potential on Machinery Industries in Indonesia), PAPIPTEK-LIPI, Jakarta, 1994
  • “Media Massa dan Pemiskinan Imajinasi Sosial” (Mass Media and The Impoverishment of Social Imagination), in Suyoto et.al. (ed.), Posmodernisme dan Tantangan Peradaban (Posmodernism and The Challenge of Civilization), Aditya Media, Yogyakarta, 1994
  • “Dari Islam Sejarah Memburu Islam Ideal” (From ‘Historized Islam’ to ‘Ideal Islam’), in Haidar Bagir and Ihsan Ali-Fauzi (Ed.), Mencari Islam: Kumpulan Otobiografi Intelektual Muda Muslim Indonesia (Looking for Islam: The Anthology of Indonesian Young Moslem Intellectual Autobiography), Mizan, Bandung, 1990

Tulisan dalam Jurnal dan Media

Yudi Latif menulis banyak artikel dalam jurnal, antara lain:

  • ‘Islamising the Indonesian Polity’, International Journal Ihya’ulumum al-Din, February 2000
  • ‘From Nation Building to State Building’, Journal of Democracy and Human Rights, The Habibie Center, March 2003
  • ‘Secularising the Indonesian Islamic Community’, Journal of Universitas Paramadina, Mei 2004
  • ‘At the Crossroads: Early Fragmentation in the Formation of Indonesian Intelligentsia’, Studia Islamika, 2006.
  • ‘Indonesian Modernization And The Rupture Of Young Muslim Intelligentsia’, Studia Islamika, 2007.

Selain itu, ia juga penulis tetap di sejumlah media. Antara lain, di Kompas, Gatra, dan Pikiran Rakyat

Referensi

  1. ↑ tokohindonesia.com Diarsipkan 2014-08-27 di Wayback Machine, diakses 24/08/2014.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan