Kamis, 22 Oktober 2026
04:34 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Yudanegara II

Bupati/Adipati Banyumas ke-7 yang memerintah selama 38 tahun sejak 1707 hingga tahun 1745

Bagikan:
Yudanegara II
Bupati Banyumas ke-9
Penguasa monarkiPakubuwana I (1704 - 1719)
Amangkurat IV (1719 - 1727)
Pakubuwana II (1727 - 1745)
PendahuluSuradipura
PenggantiReksa Praja

Raden Tumenggung Yudanegara II merupakan bupati/adipati Banyumas ke-7 yang memerintah selama 38 tahun sejak 1707 hingga tahun 1745.[1] Ketika menjabat bupati Banyumas, Tumenggung Yudanegara II mengalami masa pemerintahan tiga raja Mataram Islam, yaitu Pakubuwana I (1704 - 1719), Amangkurat IV (1719 - 1727), dan Pakubuwana II (1727 - 1745).[2]

Pada masa pemerintahannya, pusat pemerintahan dipindah dari Kejawar[2] ke Geger Duren, sebuah lembah yang diapit dua gunung yang berada sebelah timur Dusun Menganti (Banyumas sekarang ini).[3] Di tempat yang baru, ia mendirikan Pendhapa Si Panji[3] untuk bertemu dengan masyarakatnya dan juga sebuah ruangan paringgitan untuk menempatkan dan memainkan gamelan. Sebelah selatan kota Banyumas yang merupakan lembah sungai Serayu terdapat sebuah rawa bernama Rawa Tembelang yang lumayan luas dan pada tahun pertama menjabat bupati telah memerintahkan untuk membangun sebuah sungai buatan “Gawe” untuk mengeringkan dan dijadikan area persawahan.[4]

Kematian

Setelah Geger Pacina, Pakubuwana II terhasut patih kraton yang mengatakan bahwa Yudanegara II meninggalkan Ngabehi Mangunyuda (bupati Banjarnegara) ketika keduanya terjebak dalam pertempuran di Loji VOC yang menyebabkan tewasnya Ngabehi Mangunyuda. Patih kraton itu sebenarnya adalah antek VOC yang mengetahui bahwa Yudanegara II anti-VOC.

Akibatnya Pakubuwana II marah besar dan menjatuhkan hukuman mati kepada Yudanegara II. Panji Gandasubrata (Bagus Kunthing), putra Yudanegara II yang tinggal di Keraton Surakarta bersama neneknya, diam-diam mengirim utusan kepada ayahnya untuk memberi kabar. Adipati Yudanegara II pun terkejut dan sangat kecewa sampai meninggal mendadak di hadapan pejabat Kadipaten Banyumas yang tengah menghadap di Pendhapa Si Panji.[2] Dari tempat ia meninggal, ia mendapatkan nama anumerta Tumenggung Seda Pendhapa.[5]

Ia dimakamkan di Desa Dawuhan, Kecamatan Banyumas, berjarak 3,3 km dari Alun-alun Kota Banyumas arah ke barat sejajar dengan aliran Kali Serayu, atau 5 km dari Makam Nyai Mranggi. Makamnya persis di sebelah kiri Jalan Pasarehan.[2]

Referensi

Jabatan politik
Didahului oleh:
Suradipura
Adipati Banyumas
1707-1745
Diteruskan oleh:
Reksa Praja
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan