Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
|
Artikel ini perlu dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria sebagai entri Wikipedia. Bantulah untuk mengembangkan artikel ini. Jika tidak dikembangkan, artikel ini akan dihapus. |
Yovianes Mahar | |
|---|---|
| Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu | |
| Masa jabatan 5 Oktober 2016 –18 April 2017 | |
| Pendahulu | Ghufron |
| Pengganti | Coki Manurung |
| Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung | |
| Masa jabatan 29 Februari 2016 –5 Oktober 2016 | |
| Pendahulu | Gatot Subiyaktoro |
| Pengganti | Anton Wahono |
| Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat | |
| Masa jabatan 29 September 2010 –19 Oktober 2011 | |
| Pendahulu | Raden Budi Winarso |
| Pengganti | Hengkie Kaluara |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 19 November 1959 (umur 66)[1] |
| Partai politik | Golkar |
| Anak | 5[1] |
| Almamater | Akademi Kepolisian (1984) |
| Karier militer | |
| Pihak | |
| Dinas/cabang | |
| Pangkat | |
| Satuan | Reserse |
Yovianes Mahar (lahir 19 November 1959)[1] adalah seorang Purnawirawan perwira tinggi Polri yang sebelumnya menjabat Sahlijemen Kapolri.
Mahar, lulusan Akpol 1984 ini berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu.
Kontroversi
Pada saat Bareskrim Polri melakukan penahanan atas Ketua KPK saat itu Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah yang diduga melakukan penyalahgunaan wewenang[2],Brigjen Pol. Yovianes Mahar lah ketua tim penyidiknya saat ia menjabat Kasubdit V Dit I/Kamtrannas Bareskrim Polri dengan pangkat Kombes Pol., dari kasus tersebut perlahan Citra Polri pun terangkat. Hal ini berdampak besar bagi kariernya hingga mendapat promosi jabatan sebagai Direktur III/Tipidkor Bareskrim Polri dan kenaikan pangkat Brigadir Jenderal Polisi pada tanggal 15 Juli 2009 setelah sebelumnya berpangkat Komisaris Besar Polisi. Ia juga adalah Direktur III/Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri pada era Kabareskrim Polri Komjen Pol. Susno Duadji, dia lah yang sebenarnya disebut Truno-3[3] dalam penyadapan telepon seluler Anggoro Widjojo yang diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Ia pula lah ketua tim penyidik pada kasus Skandal Bank Century di tubuh polri, karena kasus tersebut sudah masuk ranah korupsi dan bukan lagi wewenang Direktorat II/Tipideksus Bareskrim Polri.
Mutasi
Pada tanggal 18 April 2017, putra Minang kelahiran Jakarta ini[1] dimutasi jadi Staf Ahli Manajemen (Sahlijemen) Kapolri.[4]
Referensi
- 1 2 3 4 5 Pagi Ini, Yovianes Disambut di Polda Diarsipkan 2017-04-26 di Wayback Machine harianrakyatbengkulu.com, 19 Oktober 2016. Diakses 27 April 2017.
- ↑ "Naik Pangkat Brigjen Setelah Umumkan Bibit-Chandra Sebagai Tersangka". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-12-17. Diakses tanggal 2015-02-17.
- ↑ Testimoni Komjen Pol Susno Duadji
- ↑ Mutasi Polri, 5 Kapolda Diganti news.detik.com, 18 April 2017. Diakses 27 April 2017.
| Jabatan kepolisian | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Ghufron |
Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu 5 Oktober 2016 - 18 April 2017 |
Diteruskan oleh: Brigjen. Pol. Coki Manurung |
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Gatot Subiyaktoro |
Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung 29 Februari 2016 - 5 Oktober 2016 |
Diteruskan oleh: Brigjen. Pol. Anton Wahono |
| Didahului oleh: Brigjen. Pol. Raden Budi Winarso |
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat 29 September 2010 - 19 Oktober 2011 |
Diteruskan oleh: Brigjen. Pol. Hengkie Kaluara |