Selasa, 03 November 2026
21:14 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Yoko Tawada

Yoko Tawada

Bagikan:
Penulis Jepang Yōko Tawada, di Erlanger Poetenfest, 2014.
Penulis Jepang Yōko Tawada, di Erlanger Poetenfest, 2014.

Yōko Tawada adalah seorang penulis yang lahir di Tokyo pada 23 Maret 1960. Sejak 1982 ia telah tinggal di Jerman. Sebagai penulis, buku-buku karya Tawada telah dikenal luas di Jepang dan Jerman serta telah memenangkan sejumlah penghargaan. Penghargaan tersebut di antaranya adalah Akutagawa Prize, Adalbert-von-Chamisso Prize, Goethe-Medal dan Kleist Prize. Pada 2018 ia memenangkan penghargaan National Book Award for Translated Literature untuk karyanya yang berjudul The Emissary.[1]

Karier

Tawada memulai karier sebagai penulis pada 1987 dengan terbitnya sebuah karya miliknya yang berjudul Nur da wo du bist da ist nichts—Anata no iru tokoro dake nani mo nai (Nothing Only Where You Are). Karya tersebut merupakan kumpulan puisi yang dipublikasikan dalam edisi dwibahasa, yakni Jerman dan Jepang. Karya novelet pertamanya yang berjudul Kakato o nakushite (Missing Heels) mendapat penghargaan Gunzo Prize for New Writers pada 1991.[2]

Referensi

  1. ↑ "Yoko Tawada: 'Language is a Living Thing'". Literary Hub (dalam bahasa American English). 2020-04-01. Diakses tanggal 2021-03-11.
  2. ↑ Bettina, Brandt (2006). Women in German yearbook : feminist studies in German literature & culture. Vol. 21. Marjorie Gelus, Helga Kraft. Lincoln, Neb.: University of Nebraska Press. ISBN 0-8032-4826-1. OCLC 62714616.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan