Selasa, 13 Oktober 2026
03:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM

Yohan Maulana

Bagikan:
Yohan Maulana
Lahir31 Maret 1981 (umur 45)
TelevisiPenghuni Terakhir (2004)

Yohan Maulana (lahir 31 Maret 1981) adalah pemenang dari acara Penghuni Terakhir musim pertama pada tahun 2004. Pada babak Grand Final, Yohan menyingkirkan dua finalis lainnya, Mahdi dan Juli. Sebagai pemenang, Yohan berhak atas hadiah rumah senilai Rp 1 Miliar. Hadiah hunian tersebut ia jual untuk pengobatan Mbak Surastilah, membangun rumah untuk Ibunda tercinta, sunatan massal, membantu gereja setempat dan melunasi hutang keluarga.[1]

Keluarga

Yohan merupakan anak bungsu dari 5 bersaudara. Yohan sangat menyayangi dan menghormati ibunya, Elizabeth Sri Soemini. Oleh karena itu, saat mengetahui kejadian yang menimpa Mbak Surastilah (wanita normal tanpa angguan kejiwaan yang dipasung selama 26 tahun oleh ayah kandungnya sendiri di daerah Pejompongan, Jakarta) melalui berita kriminal di salah satu stasiun televisi, ia berniat untuk menolongnya. Baginya, Mbak Surastilah merupakan sosok yang memberi spirit hidup setelah ibunya serta ingin mengubah nasib keluarganya.

Kepribadian

Yohan memiliki kepribadian mandiri. Yohan menghabiskan waktunya selama 3 tahun di SMU dengan ikut aktif dalam keorganisasian, teater dan tim debat. Hal tersebutlah yang membentuk karakter yang dibawanya hingga saat ini. Lalu, ia hijrah ke kota Bandung (kuliah di NHI / Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung), karena dianggap bisa membuat dirinya berkembang. Berkat pergaulan multi-ras dan etnis di sana, ia merasa mendapatkan hikmah dan perubahan dalam cara berpikirnya.

Berkat dukungan materi dari orang-orang yang ia sebut 'keluarga' di sana, ia bisa melaksanakan PKN di Malaysia setelah lulus tes-nya. Selesai PKN di sana, ia pun mengikuti tes untuk bisa bekerja di Belanda. Lagi-lagi ia berhasil lulus. Selain itu, ia juga mendapat dukungan materi. Selama setahun bekerja di Belanda, pikirannya semakin terbuka akan banyak hal, baik dalam segi ideologi, sosial maupun budaya. Mimpinya pun untuk keliling Eropa akhirnya tercapai.

Yohan mengakui dirinya merupakan pribadi yang kompleks. Namun, yang paling menonjol dari sifat-sifat kompleksnya itu adalah kekerasan hatinya untuk terus menyelesaikan segala tantangan dan tak mudah menyerah.[2]

Berkat karakter dan kepribadiannya yang kuat, akhirnya ia berhasil menjadi yang 'terakhir' dalam acara Penghuni Terakhir musim pertama dan berhak atas hadiah rumah senilai Rp 1 Miliar.

Statistik di Penghuni Terakhir

Waktu Posisi
Minggu Pertama Zona Ekstradisi, Diselamatkan Boss
Minggu Kedua Aman
Minggu Ketiga KUNCI
Minggu Keempat Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kelima Aman
Minggu Keenam Aman
Minggu Ketujuh Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kedelapan BOSS
Minggu Kesembilan Aman
Minggu Kesepuluh Zona Ekstradisi, Diselamatkan Pemegang Kunci
Minggu Kesebelas Aman
Road to Final PENGHUNI PILIHAN
Road to Final PENGHUNI PILIHAN
Final PENGHUNI PILIHAN
Grand Final PENGHUNI TERAKHIR

Referensi

Didahului oleh:
Tidak Ada
Penghuni Terakhir
Juara

Musim pertama (2004)
Diteruskan oleh:
Edhu
Musim
Pembawa Acara
Pembawa Acara Tamu
Juri
Juri Tamu
Pemenang
Juara kedua
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan