Minggu, 04 Oktober 2026
05:46 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Yano Kenzo

Yano Kenzo

politikus Jepang

Bagikan:
Yano Kenzo
矢野兼三
250px-Yano_Kenzo_in_ceremonial_outfit_%281938%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yano Kenzo pada 1938
Gubernur Pantai Barat Sumatera
Masa jabatan
9 Agustus 1942 –31 Maret 1944
PendahuluPosisi ditetapkan
PenggantiHattori Naoaki
Gubernur Prefektur Toyama
PendahuluToki Ginjiro
PenggantiMachimura Kingo
Informasi pribadi
Lahir(1896-09-13)13 September 1896
Osaka, Jepang
Meninggal19 Februari 1981(1981-02-19) (umur 84)
AlmamaterUniversitas Kansai (LL.B.)

Yano Kenzo (矢野兼三, Kenzo Yano, 13 September 1896 – 19 Februari 1981 ) adalah seorang birokrat Jepang yang mengabdi untuk kepolisian dan Angkatan Darat Kekaisaran Jepang. Ia menjabat sebagai Gubernur Prefektur Toyama dari 1938 hingga 1941. Sebelumnya, ia sempat menduduki beberapa jabatan di Prefektur Kyoto, Chiba, Aomori, dan Okayama.

Sebagai birokrat, karier Yano terentang sejak 1921. Pada 1 Agustus 1942, ia ditugaskan menjadi Gubernur Sumatera Barat, yang ketika itu diduduki oleh Jepang. Namun, karena sikapnya yang menentang kebijakan Jepang di daerah pendudukan, ia mengundurkan diri sekaligus mengakhiri kariernya sebagai birokrat pada akhir Maret 1944.

Karier

Yano Kanzo berasal dari keluarga Osaka, putra ketiga dari Yabou Risaburo. Setelah menamatkan kuliahnya di Fakultas Hukum Universitas Kansai pada 1919, ia bekerja di Taiheiyo Cement. Pada Oktober 1920, ia lulus Ujian Pegawai Sipil. Pada 1921, ia ditempatkan sebagai pegawai di Biro Sosial, Kementerian Dalam Negeri Jepang. Setelah itu, ia berpindah-pindah menduduki beberapa jabatan birokrasi dan kepolisian di Prefektur Kyoto, Chiba, Aomori, dan Okayama.

Pada April 1938, ia diangkat sebagai Gubernur Prefektur Toyama. Namun, ia mengundurkan diri pada Januari 1941.[1]

Gubernur Sumatera Barat

250px-Yano_Kenzo_Gubernur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yano Kenzo dalam balutan busana tradisional Minangkabau
250px-Yano_Kenzo_and_the_Founding_Fathers_of_Indonesia.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yano Kenzo bersama para bapak bangsa Indonesia. (kiri ke kanan, Mr. Ali Sosroamidjojo, Mr. M. Yamin, H. Agus Salim, Yano Kenzo, Bung Hatta, dan Bung Karno.)

Pada Agustus 1942, Yano ditunjuk oleh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang sebagai Gubernur Sumatera Barat, ketika daerah itu berada di bawah kekuasaan Angkatan Darat Divisi ke-25. Ia menjadi satu-satunya pemimpin sipil yang ada di daerah pendudukan Jepang di Indonesia (daerah lainnya dipimpin oleh panglima militer setempat).[2] Melalui kebudayaan, Yano Kenzo melakukan pendekatan terhadap penduduk Minangkabau.[1] Ia bersimpati pada aspirasi rakyat untuk merdeka dan menentang kebijakan pemerintah pendudukan yang tidak sesuai dengan pandangannya. Akan tetapi, karena perbedaan sikapnya, ia mengundurkan diri pada akhir Maret 1944.[3] Ia digantikan oleh Hattori Naoaki pada bulan berikutnya.

Salah satu peninggalan Yano saat menjabat adalah Kerukunan Minangkabau (Gui Gan), badan yang diinisiasi untuk mengkonsolidasi kekuatan para elite Minangkabau.[4][a] Anggotanya berasal dari setiap distrik dan subdistrik, terdiri dari kepala nagari, kepala adat, para ulama, pemuda, dan kelompok terpelajar. Mereka mengadakan pertemuan secara teratur dan bertindak sebagai dewan penasihat informal bagi gubernur.[1] Sejarawan Gusti Asnan mencatat Kerukunan Minangkabau merupakan bentuk awal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang kelak dibentuk oleh pemerintahan pendudukan di setiap shu atau provinsi Indonesia.

Setelah tidak menjabat gubernur dan kembali ke negara asalnya, Yano bekerja sebagai auditor untuk perusahaan Nagata Seiki. Ia menuliskan pandangannya saat menjadi gubernur dalam sebuah artikel pada 1967.

Karya tulis

Publikasi

  • "Factory Disaster Assistance Theory: Commentary on Factory Assistance Laws", Sanseido, 1931.
  • "Factory Scenery" Ichibankan Printing Publishing Department, 1931.
  • "Factories and Regional System", Tokyo Factory Association, 1932.
  • "Essays: Travelling around the Village" (Yano Yoya), Koshi Shobo, 1939.
  • "Listening to the Regular Meeting", Toyama Prefecture Association of Town and Village Mayors, 1940.
  • "Pickle Stone: The Elegance of Being a Human Official", Daiichi Koronsha, 1941.
  • "Standing at the Gun's Muzzle", Shinseikai Publishing Department, 1961.
  • "Prison Diaries: The Hidden Story of the Cruel End of the War", Chobunsha , 1962.

Lihat pula

Catatan kaki

Keterangan
  1. ↑ Kerukunan Minangkabau didirikan oleh Yano pada 1 Oktober 1942.
Rujukan
  1. 1 2 3 Kahin 2005, hlm. 142.
  2. ↑ Bahar 2015, hlm. 110.
  3. ↑ Kahin 2005, hlm. 144.
  4. ↑ Nino 2013, hlm. 56.
Daftar pustaka
  • Kahin, Audrey Richey (2005). Dari Pemberontakan ke Integrasi: Sumatera Barat dan Politik Indonesia, 1926–1998. Yayasan Obor Indonesia. ISBN 979-461-519-6.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Nino, Oktorino (2013). Ensiklopedia Pendudukan Jepang di Indonesia. Jakarta: Elex Media Komputindo.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Bahar, Saafroedin (2015). Etnik, Elite dan Integrasi Nasional. Yogyakarta: GRE Publishing. ISBN 978-602-7677-56-2.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan