Sabtu, 24 Oktober 2026
22:30 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung

Yani Afri

Bagikan:

Yeni Afri adalah seorang supir angkutan kota yang hilang[1] dalam peristiwa reformasi 1998, tepatnya 26 April 1997. Sebelumnya ia sudah aktif mendukung PDI dan mendukung Megawati Sukarnoputri sebagai calon alternatif pengganti Soeharto. Tiga hari menjelang Pemilu, ketika Yani berkampanye, dia ditangkap dengan tuduhan membuat huru-hara. Ia terakhir kali berpamitan untuk ikut berkampanye dengan menggunakan sepeda motor.[2]

Pencarian

Usaha pencarian dilakukan oleh ibu dan istrinya, termasuk menanyakan keberadaannya ke kantor polisi dan Kodim. Pihak Kodim TNI menyatakan ia sudah dibebaskan, tetapi kenyataannya tidak pernah kembali ke rumah. Mereka juga berusaha mengadukan kepada Lembaga Bantuan Hukum dan aktivis HAM, Munir, tetapi juga tanpa hasil.[2]

Dampak

Penculikan Yani Afri menimbulkan trauma bagi keluarganya. Istrinya Tinah selalu berpesan kepada anak-anaknya agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah agar tidak ikut diulik. Setelah menghilangnya Yani, Tinah memutuskan pindah ke Tangerang dan bekerja serabutan, termasuk berjualan baju dari kapal di Tanjung Priuk, Jakarta Utara.[3]

Kehidupan personal

Ia menikah dengan Tinah dan memilik tiga orang anak. Salah satu anaknya, Hardingga, dan ibunya, Tuti Koto, hingga kini aktif memperjuangkan nasib orang-orang yang hilang dalam peristiwa reformasi 98.[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan