Rabu, 04 November 2026
02:08 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

Yani Afri

Bagikan:

Yeni Afri adalah seorang supir angkutan kota yang hilang[1] dalam peristiwa reformasi 1998, tepatnya 26 April 1997. Sebelumnya ia sudah aktif mendukung PDI dan mendukung Megawati Sukarnoputri sebagai calon alternatif pengganti Soeharto. Tiga hari menjelang Pemilu, ketika Yani berkampanye, dia ditangkap dengan tuduhan membuat huru-hara. Ia terakhir kali berpamitan untuk ikut berkampanye dengan menggunakan sepeda motor.[2]

Pencarian

Usaha pencarian dilakukan oleh ibu dan istrinya, termasuk menanyakan keberadaannya ke kantor polisi dan Kodim. Pihak Kodim TNI menyatakan ia sudah dibebaskan, tetapi kenyataannya tidak pernah kembali ke rumah. Mereka juga berusaha mengadukan kepada Lembaga Bantuan Hukum dan aktivis HAM, Munir, tetapi juga tanpa hasil.[2]

Dampak

Penculikan Yani Afri menimbulkan trauma bagi keluarganya. Istrinya Tinah selalu berpesan kepada anak-anaknya agar tidak bermain terlalu jauh dari rumah agar tidak ikut diulik. Setelah menghilangnya Yani, Tinah memutuskan pindah ke Tangerang dan bekerja serabutan, termasuk berjualan baju dari kapal di Tanjung Priuk, Jakarta Utara.[3]

Kehidupan personal

Ia menikah dengan Tinah dan memilik tiga orang anak. Salah satu anaknya, Hardingga, dan ibunya, Tuti Koto, hingga kini aktif memperjuangkan nasib orang-orang yang hilang dalam peristiwa reformasi 98.[2]

Referensi

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan