Rabu, 28 Oktober 2026
16:46 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Yangwon dari Goguryeo

Bagikan:

Yangwon dari Goguryeo (meninggal tahun 559) (bertakhta 545–559) merupakan raja kedua puluh empat Kerajaan Goguryeo, salah satu dari Tiga Kerajaan Korea di bagian paling utara. Ia merupakan putra tertua Raja Anwon. Selama masa pemerintahan Yangwon, Goguryeo perlahan-lahan mulai melemah dan harus mengambil langkah-langkah darurat untuk memblokir serangan-serangan bangsa asing, yang akhirnya kehilangan wilayah Seoul ikatan dari dua kerajaan Korea lainnya.

Yangwon dari Goguryeo
Hangul
양원왕, 양강(상호)왕
Hanja
陽原王, 陽崗(上好)王
Alih AksaraYangwon-wang, Yanggang(sangho)-wang
McCune–ReischauerYangwŏn-wang, Yanggang(sangho)-wang
Nama lahir
Hangul
평성
Hanja
平城
Alih AksaraPyeong-seong
McCune–ReischauerP'yŏngsŏng

Ia diresmikan sebagai pewaris takhta pada tahun 533, pada tahun ke-3 masa pemerintahan Raja Anwon. Meskipun ia adalah ahli waris, konon ia tidak dapat dengan mudah memiliki kekuasaan setelah kematian ayahandanya. Anwon memiliki tiga orang istri, dan karena yang pertama tidak dapat melahirkan seorang putra, ratu yang lainnya berebut untuk menempatkan putranya ke atas tahkta. Pendukung Yangwon memenangkan kekuasaan militer dan ia berhasil mendapatkan takhta tersebut.

Bersiap-siap untuk perang pada tahun 547, raja membangun benteng Baegam dan memperbaiki benteng Sin. Pada tahun 548, ia mengirim 6,000 pasukan melawan benteng Doksan milik Baekje tetapi Jenderal Silla, Ju Jin memimpin pasukan bantuan dan serangan mendadak Goguryeo gagal. Pada tahun 550, Baekje menyerang dan memporak-porandakan benteng Dosal. Goguryeo membalas serangan itu dengan menghancurkan benteng Geumhyeon milik Baekje, tetapi Silla mengambil kesempatan ini untuk merebut dua kastil milik Goguryeo.

Pada tahun 551 muncul kerajaan Göktürk yang menyerang dari Asia Sentral dan dikepung di benteng Sin, tetapi tidak berhasil untuk merebutnya dan mereka berbalik menyerang benteng Baegam. Dengan ini, Raja Yangwon mengirim jenderalnya, Go Heul dan 10,000 pasukan untuk melawan Göktürk; mereka membunuh atau menawan 1,000 orang. Pada tahun yang sama, Silla menyerang sekali lagi dan merebut 10 distrik dari wilayah yang sekarang adalah Seoul. Pada tahun 552, benteng Jangan didirikan. Pada tahun 554, pasukan Yangwon menyerang benteng Ungcheon di Baekje, tetapi gagal untuk merebutnya.

Pada tahun 557, Yangwon menunjuk Pangeran Go Yang-seong sebagai pewaris takhta. Pada bulan lunar kesepuluh pada tahun yang sama, Komandan Gan Juri dari Benteng Hwando memberontak, tetapi pemberontakan itu dapat dipadamkan dan ia dieksekusi. Raja Yangwon meninggal pada tahun 559, setelah memerintah selama 15 tahun.

Lihat Pula

Yangwon dari Goguryeo
Meninggal: 559
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Anwon
Raja Goguryeo
545–559
Diteruskan oleh:
Pyeongwon
Hanya gelar saja
Didahului oleh:
Anwon
— TITULER —
Raja Korea
545–559
Alasan kegagalan suksesi:
Tiga Kerajaan Korea
Diteruskan oleh:
Pyeongwon
Dongmyeong 37-19 SM · Yuri 19 SM-18 M · Daemusin 18-44 · Minjung 44-48 · Mobon 48-53 · Taejo 53-146 · Chadae 146-165 · Sindae 165-179 · Gogukcheon 179-197 · Sansang 197-227 · Dongcheon 227-248 · Jungcheon 248-270 · Seocheon 270-292 · Bongsang 292-300 · Micheon 300-331 · Gogug-won 331-371 · Sosurim 371-384 · Gogug-yang 384-391 · Gwanggaeto yang Agung 391-413 · Jangsu 413-490 · Munja 491-519 · Anjang 519-531 · An-won 531-545 · Yang-won 545-559 · Pyeong-won 559-590 · Yeong-yang 590-618 · Yeong-nyu 618-642 · Bojang 642-668
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan