Rabu, 28 Oktober 2026
15:31 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Yan dari Song

Yan dari Song

Bagikan:
Yan
偃
250px-%E5%AE%8B%E5%BA%B7%E7%8E%8B.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Raja Song
Berkuasa318–286 SM
PendahuluGelar baru
Penerusnegara dianeksasi oleh Qi
Adipati Song
Berkuasa328–318 SM
PendahuluLord Ticheng
Penerusdinobatkan sebagai raja
Meninggal286 SM
Wen, Wei
Nama lengkap
Nama leluhur Zǐ (子)
Nama marga Dài (戴)
Nama pemberian Yǎn (偃)

Yan, Raja Song (Hanzi:宋王偃, wafat 286 SM), juga dikenal sebagai Raja Kang dari Song (宋康王) atau Raja Xian dari Song (宋獻王), adalah penguasa terakhir Negara Song. Ia bertakhta antara 328 SM hingga kematiannya pada 286 SM.[1]

Yan adalah keturunan Adipati Dai, penguasa Song ke-XI. Ia juga merupakan adik bungsu Raja Ticheng. Sama seperti kakandanya, Yan juga seorang perampas kekuasaan. Pada 328 SM, Ia membunuh Raja Ticheng dan merebut takhta.[1]

Yan adalah penguasa yang ambisius, pada masa pemerintahannya, Song telah berhasil mengalahkan pasukan dari Chu, Wei dan Qi dan menganeksasi Teng.[1] Menurut Mengzi, meskipun Song adalah negara kecil, Ia siaga untuk berlatih "pemerintah kerajaan sejati" (王政).[2][3] Akan tetapi di Catatan Sejarawan Agung dan banyak buku sejarah lainnya, ia digambarkan sebagai seorang tiran dan penindas.[4][3]

Pada 318 SM, Yan memproklamirkan dirinya sebagai raja Song.[1][4] Song berselisih dengan tetangganya yang kuat, termasuk Qi dan Wei. Pada 286 SM, Raja Min dari Qi bersekongkol dengan negara Chu dan Wei untuk melaksanakan ekspedisi gabungan melawan Song, Yan melarikan diri ke Wei dan meninggal di sana. Akhirnya, Song dipartisi oleh Qi, Chu dan Wei.[4]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Cihai (small print edition) (Edisi 5th). Shanghai Lexicographical Publishing House. hlm. 1216. ISBN 7-5326-0630-9.
  2. ↑ Mengzi, Teng Wen Gong II: "Sung adalah negara kecil. Penguasanya sekarang bersiap untuk mempraktikkan pemerintahan kerajaan yang sejati (宋,小國也。今將行王政,齊楚惡而伐之)"
  3. 1 2 還原真實的宋康王(dalam bahasa Mandarin)
  4. 1 2 3 Records of the Grand Historian. Vol. 38.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan