Sabtu, 24 Oktober 2026
15:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Xu Shuzheng

Xu Shuzheng

Bagikan:
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Xu.
Xu Shuzheng
徐樹錚
250px-Xu_Shuzheng2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xu Shuzheng, from Who's Who in China Edisi Ke-3, 1925
Informasi pribadi
Lahir(1880-11-11)11 November 1880
Kabupaten Xiao, Jiangsu, Dinasti Qing
Meninggal30 Desember 1925(1925-12-30) (umur 45)
Partai politikKelompok Anhui
PendidikanAkademi Angkatan Darat Kekaisaran Jepang
PekerjaanPejabat Militer
Karier militer
Pihak Dinasti Qing
Republik Tiongkok (1912–1949) Republik Tiongkok
Dinas/cabang40px-Flag_of_China_%281889%E2%80%931912%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tentara Baru
40px-Beiyang_star.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Tentara Beiyang
PangkatJenderal
Pertempuran/perangPendudukan Mongolia Luar

Hsu Seu-Cheng atau Xu Shuzheng (Hanzi tradisional:徐樹錚; Hanzi sederhana:徐树铮; Pinyin:Xú Shùzhēng; Wade–Giles:Hsü Shu-Cheng; IPA: [ɕúʂùt͡ʂə̄ŋ]) (11 November 1880 – 29 Desember 1925) adalah seorang panglima perang Tiongkok pada zaman Republik Tiongkok. Seorang bawahan dan kaki tangan Duan Qirui,[1] ia adalah anggota penting Kelompok Anhui.[2][3]

Kehidupan awal

Xu lahir di kabupaten Xiao, Jiangsu (sekarang kabupaten Xiao bagian dari provinsi Anhui), dengan latar belakang keluarga baik-baik dan terpelajar. Dia adalah salah satu orang termuda yang pernah lulus Ujian Kenegaraan. Pada tahun 1905 ia diterima di Sekolah Pejabat Angkatan Darat Jepang, dan kembali ke Tiongkok pada tahun 1910. Dari tahun 1911-17 ia bertugas di Angkatan Darat Pertama dalam berbagai posisi di staf umum, seperti Kepala Departemen Logistik, Wakil Kepala Departemen Angkatan Darat dan Kepala Angkatan Darat. Pada tahun 1914 ia mendirikan sekolah menengah yang disebut Sekolah Menengah Cheng Da, yang merupakan pendahulu dari Sekolah Tinggi Terafiliasi saat ini dari Capital Normal University.

Pada tahun 1918 Xu mendirikan Kelompok Anfu, cabang politik dari Kelompok Anhui, yang kemudian memenangkan tiga perempat kursi di Majelis Nasional. Akhir tahun itu Xu mengeksekusi Lu Jianzhang setelah mengetahui bahwa Lu sedang mencoba membujuk Feng Yuxiang, yang merupakan keponakan Lu, untuk bertarung melawan Kelompok Anhui. Hal ini yang menyebabkan terjadinya pembunuhan terhadap Xu pada tahun 1925.

Karier militer

Pada tahun 1919, Xu mengambil alih komando Angkatan Darat Perbatasan Barat Laut untuk menginvasi Mongolia Luar yang baru merdeka pada bulan Oktober. Pada 17 November dia memaksa Mongolia Luar untuk mencabut deklarasi otonomi, sehingga untuk sementara mengembalikan Mongolia di bawah kendali Tiongkok.[4] Pada tahun 1920, setelah Duan jatuh dari kekuasaan, Xu kehilangan posisinya dan memindahkan pasukannya untuk menghadapi musuh-musuhnya. Posisinya di Mongolia digantikan oleh Chen Yi, dan Mongolia menjadi mandiri lagi pada awal 1921 ketika pasukan Tiongkok dikalahkan oleh tentara Rusia-Mongol yang dikomandoi Jenderal Baron Roman von Ungern-Sternberg.[5] Pasukan Xu dikalahkan dalam Pertempuran Zhili–Anhui dan dia terpaksa berlindung di kedutaan Jepang.

330px-Xu_Shuzheng_and_Mongolian_Noyons_in_Kh%C3%BCree.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xu Shuzheng dan para bangsawan Noyons Mongolia di Khüree.

Pada awal 1920-an, Xu dikirim ke Italia sebagai bagian dari misi diplomatik Tiongkok, tujuan kedua adalah untuk membawanya keluar dari negara Tiongkok. Dia kembali ke Tiongkok pada tahun 1924 setelah Duan menjabat lagi sebagai Perdana Menteri.

Kematian

Pada Desember 1925, saat dalam perjalanan dari Beijing ke Shanghai dengan kereta api, Xu diculik oleh Zhang Zhijiang, seorang anggota pasukan Feng Yuxiang. Dia dibunuh saat fajar pada hari berikutnya oleh Feng sebagai pembalasan atas pembunuhan Lu Jianzhang. Ini juga membuat saingan Feng, Duan, menjadi seorang pendukung yang kuat. Xu meninggal di usia 45 tahun.

Kehidupan pribadi

250px-Xu_Shuzheng5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xu Shuzhen (kedua dari kiri) memimpin delegasi menuju Bandara Brussels di Belgia, Agustus 1925. Yang kiri adalah Xu Daolin.
250px-Xu_Shuzheng_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Xu Shuzheng

Xu punya satu istri dan empat selir. Istrinya Xia Hongjun (夏红筠 yang biasa dipanggil Xia Xuan (夏萱)), meninggal di Suzhou, Provinsi Jiangsu pada tahun 1955. Mereka memiliki empat putra dan dua putri. Putra pertama Hsu Shen-chiao (徐審交 Xu Shenjiao) dan putra ketiga Hsu Dau-lin (徐道鄰, Xu Daolin) yang aktif dalam politik di Republik Tiongkok. Hsu Dau-lin menulis biografi, yang diterbitkan di Tiongkok pada tahun 1962, berjudul Kehidupan Jenderal Hsu Shu-tseng.[6] Anak perempuan yang lebih tua Hsu Ying Li (徐樱 Xu Ying), yang sering dipanggil Xu Yinghuan (徐樱环)), menulis biografi ibunya dan menikah dengan ahli bahasa Fang-Kuei Li. Tiga anak lainnya meninggal sewaktu masih kecil.

Keempat selirnya adalah Shen Dinglan (沈定兰), Shen Shupei (沈淑佩, adik dari Shen Dinglan), Wang Huicheng (王慧珵) dan Ping Fangchun (平芳春). Dengan Shen Shupei, Xu memiliki dua putri Xu Pei (徐佩) dan Xu Lan (徐兰), dengan Wang Huicheng, Xu juga memiliki dua putri yaitu Xu Mei (徐美) dan Xu Hui (徐慧).

Sumber

Referensi

  1. ↑ "Xu Shuzheng and the Meeting of Military Governors at Tienjin" (PDF). Diakses tanggal 2010-03-02. [pranala nonaktif]
  2. ↑ "The Event of Qinhuangdao and the Entrance of the Fengtian Clique into Shanhaiguan in 1918— The Cooperation between the Anhui Clique and the Fengtian Clique" (PDF) (dalam bahasa Chinese and English). Diakses tanggal 2010-03-02.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)[pranala nonaktif permanen]
  3. ↑ The Literature of Travel in the Japanese Rediscovery of China: 1862 - 1945. Stanford University Press. hlm. 239–. ISBN 978-0-8047-6478-0.
  4. ↑ "Exploring Chinese History :: Politics :: International Relations ..." Diakses tanggal 2010-03-02.
  5. ↑ "Mongolian Independence Day". Diakses tanggal 2010-03-02.
  6. ↑ Hsu Dau-lin. 1962. The Life of General Hsu Shu-tseng.[In Chinese] Taipei: Commercial Press. 331 pp.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan