Selasa, 27 Oktober 2026
11:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Xiao Wangdong

Xiao Wangdong

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Xiao Ke.
Ini adalah nama Tionghoa; marganya adalah Xiao.
Xiao Wangdong
萧望东
Xiao_Wangdong.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Menteri Budaya China
Masa jabatan
1966–1967
PendahuluLu Dingyi
Penggantijabatan ditiadakan
Informasi pribadi
LahirAgustus 1910
Meninggal11 Mei 1989 (usia 78)
Beijing
Partai politikPartai Komunis China
Suami/istriXin Ping[1]
Karier militer
Pihak China
Dinas/cabangTentara Pembebasan Rakyat
Pangkat60px-PLALtGeneral_r.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Letnan jenderal

Xiao Wangdong (Hanzi:萧望东; Wade–Giles:Hsiao Wang-tung; Agustus 1910 – 11 Mei 1989) adalah seorang revolusioner Komunis Tiongkok dan letnan jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (TPR). Ia menjabat sebagai Menteri Budaya China sementara pada permulaan Revolusi Kebudayaan, sebelum dianiaya dan dipenjara selama sembilan tahun.[1][2][3]

Kehidupan awal dan karier masa perang

Xiao Wangdong lahir pada Agustus 1910 di Kabupaten Ji'an, provinsi Jiangxi. Nama aslinya adalah Xiao Huicun (萧惠存), dan ia juga menggunakan nama Xiao Ke (萧克). Ia bergabung dengan Liga Pemuda Komunis pada November 1927. Pada Juli 1929, ia bergabung dengan Partai Komunis China dan Tentara Merah. Pada Oktober 1934, ia berpartisipasi dalam Long March, dan pergi ke utara Shaanxi setahun kemudian.[2]

Pada Perang Tiongkok-Jepang Kedua, Xiao menjabat sebagai Direktur Departemen Politik Divisi Keempat Tentara Keempat Baru, di bawah komandan Peng Xuefeng, dan kemudian mendapatkan jabatan yang dalam dalam Divisi Kedua yang bermarkas di wilayah Sungai Huai, di bawah komandan Luo Binghui.[1][2] Pada Perang Saudara Tiongkok, ia ikut dalam beberapa pertempuran utama di China Timur.[2]

Republik Rakyat China

Dari April 1949 sampai November 1952, Xiao Wangdong menjabat sebagai Sekretaris Partai Komunis wilayah Subei (utara Jiangsu), dan komisaris politik Distrik Militer Subei, di bawah komandan Zhang Zhendong. Dari November 1952 sampai Juli 1953, ia menjadi deputi Ketua Partai Komunis provinsi Jiangu. Dari 1953 sampai 1965, ia menjabat di Wilayah Militer China Timur, kemudian Wilayah Militer Nanjing, sebagai komisaris politik. Pada September 1955, ia menjadi salah satu komandan TPR pertama yang mendapatkan pangkat letnan jenderal.[1][2]

Pada April 1965, Xiao Wangdong dilantik menjadi Wakil Menteri Budaya China, di bawah menteri Lu Dingyi. Setelah Lu Dingyi melepaskan jabatan pada awal Revolusi Kebudayaan, Xiao menjadi menteri pelaksana jabatan pada Mei 1966.[2]

Xiao Wangdong meninggal di Beijing pada 11 Mei 1989.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 Bartke, Wolfgang (1 Januari 1997). Who was Who in the People's Republic of China. Walter de Gruyter. hlm. 527. ISBN 978-3-11-096823-1.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 5 6 7 肖望东 [Xiao Wangdong] (dalam bahasa Chinese). Government of China. 2009-02-17. Diakses tanggal 2015-04-01.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ Goldman, Merle (1981). China's Intellectuals: Advise and Dissent. Harvard University Press. hlm. 143. ISBN 978-0-674-11970-3.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Lu Dingyi
Menteri Budaya China
1966–1967
Diteruskan oleh:
jabatan ditiadakan
120px-China_Emblem_PLA.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan