Selasa, 20 Oktober 2026
04:28 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Ular sinar-matahari asia tenggara

Ular sinar-matahari asia tenggara

Ular

Bagikan:
Ular sinar-matahari asia tenggara
250px-Young_sunbeam_snake_from_Thailand.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ular pelangi, Xenopeltis unicolor
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Subfilum:
Kelas:
Ordo:
Subordo:
Infraordo:
Famili:
Xenopeltidae

Bonaparte, 1845
Genus:
Xenopeltis

Reinwardt, 1827
Sinonim

Family:

Genus:

Artikel takson sembarang

Ular sinar-matahari Asia Tenggara atau suku Xenopeltidae adalah kelompok ular yang terdiri dari satu marga yaitu Xenopeltis dan 2 spesies yakni X. hainanensis dan X. unicolor. Seluruhnya terdapat di Tiongkok Selatan dan Asia Tenggara hingga Indonesia Barat.[2][3]

Deskripsi

Ular ini bisa mencapai panjang hingga 1,3 meter.[4] Perisai kepala berukuran besar layaknya suku Colubridae, tetapi ular ini berkerabat sangat dekat dengan Ular sinar-matahari Meksiko dan Sanca.[5]

Warna tubuhnya cokelat atau ungu kelabu.[6] Sisik-sisik berwarna tersebut dilindungi oleh 2 lapisan sisik transparan, sehingga apabila terkena sinar cahaya, sisik-sisik tersebut akan menguraikan warna sinar tersebut dan memantulkan cahaya tersebut dengan wujud warna-warni seperti pelangi.[5]

Kebiasaan

Ular ini lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam tanah. Tidak berbisa dan tidak agresif. Makanannya berupa katak, kadal, dan ular kecil. Ular ini membunuh mangsanya dengan cara membelit.[6]

Agihan

Ular ini terdapat di Asia Tenggara mulai dari Kepulauan Andaman dan Nikobar, lalu ke timur sampai Myanmar, Tiongkok bagian selatan dan tenggara, Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, lalu di Indonesia terdapat di Sumatra, Mentawai, Nias, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Kalimantan, dan Sulawesi.[1][5]

Species

Spesies[3] Pembuat taxon[3] Nama umum Agihan[1]
X. hainanensis Hu & Zhao, 1972 Ular sinar-matahari Hainan Tiongkok: Pulau Hainan, Zhejiang, dan Guangxi.
X. unicolorT Reinwardt, 1827 Ular pelangi[7] Kepulauan Andaman dan Nikobar, Myanmar, Tiongkok bagian selatan dan tenggara, Filipina, Thailand, Laos, Kamboja, Vietnam, Malaysia, lalu di Indonesia terdapat di Sumatra, Mentawai, Nias, Kepulauan Riau, Bangka-Belitung, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Referensi

  1. 1 2 3 4 McDiarmid RW, Campbell JA, Touré T. 1999. Snake Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference, Volume 1. Washington, District of Columbia: Herpetologists' League. 511 pp. ISBN 1-893777-00-6 (series). ISBN 1-893777-01-4 (volume).
  2. ↑ "Xenopeltidae". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 17 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 3 "Xenopeltis". Integrated Taxonomic Information System. Diakses tanggal 17 Agustus 2007.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Burnie D, Wilson DE. 2001. Animal. London: Dorling Kindersley. 624 pp. ISBN 0-7894-7764-5.
  5. 1 2 3 Xenopeltidae di Pangkalan Data Reptil Reptarium.cz. Diakses 3 November 2008.
  6. 1 2 Mehrtens JM. 1987. Living Snakes of the World in Color. New York: Sterling Publishers. 480 pp. ISBN 0-8069-6460-X.
  7. ↑ Spesies Xenopeltis unicolor di The Reptile Database. Accessed 17 August 2007.

Informasi lebih lanjut

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan