Rabu, 28 Oktober 2026
04:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Wu Daozi

Wu Daozi

Bagikan:
250px-Confucius_Tang_Dynasty.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan Konfusius karya Wu Daozi.
Wu Daozi
Hanzi tradisional: 吳道子
Hanzi sederhana: 吴道子
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Wú Dàozǐ
- Wade-Giles: Wu Tao-tzu
Daoxuan
Hanzi: 道玄
Alih aksara

Wu Daozi (680 - ca  760), juga dikenal sebagai Daoxuan, adalah seorang pelukis Tiongkok dari Dinasti Tang. Michael Sullivan seorang sejarawan Inggris, menganggapnya sebagai salah satu "penguasa abad ketujuh."[1] Beberapa karyanya yang disalin masih ada, tetapi banyak pula yang sudah hilang, sebagian besar mural.

Karya

Wu sering berkelana dan menciptakan mural di kuil-kuil Buddha dan Daois. Wu juga menggambar gunung, sungai, bunga, burung. Karya otentiknya sudah tidak ada lagi, meskipun ada beberapa yang kemudian disalin atau yang diukir di batu-batu.[2] Salinan lukisan Konfusius Wu yang terkenal, dipahat di batu dan masih terpelihara dengan baik.

Delapan Puluh Tujuh Manusia Surgawi, salah satu mahakarya Wu Daozi.

Referensi

  1. ↑ Chinese Landscape Painting: The Sui and T'ang Dynasties. (Berkeley: University of California press, 1980. ISBN0520035585), pp. 50-52.
  2. ↑ James Cahill. An Index of Early Chinese Painters and Paintings: T'ang, Sung, and Yüan. (Berkeley: University of California Press, 1980. ISBN0520035763), pp. 21-22.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan