Selasa, 03 November 2026
23:31 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare

World Vision International

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini tidak memiliki referensi atau sumber tepercaya sehingga isinya tidak bisa dipastikan. Tolong bantu perbaiki artikel ini dengan menambahkan referensi yang layak. Tulisan tanpa sumber dapat dipertanyakan dan dihapus sewaktu-waktu.
Cari sumber: "World Vision International" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

World Vision International (disingkat WVI) adalah suatu organisasi Kristen yang bergerak di bidang kemanusiaan dengan fokus pelayanan kepada anak. Organisasi ini aktif dalam kegiatan kemanusiaan baik yang bersifat tanggap darurat (penanggulangan bencana, pasca perang maupun konflik), advokasi dan pengembangan masyarakat. Organisasi ini adalah lembaga non pemerintah yang melayani semua orang tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras, budaya dan antar golongan.

Sejarah

Pada tahun 1950, Bob Pierce mendirikan World Vision setelah melihat kondisi kematian akibat kekurangan makanan yang dialami oleh salah satu anak berstatus yatim piatu yang menjadi korban perang dalam Perang Korea di Korea.[1] Bob Pierce saat itu merupakan seorang misionaris yang dikirim ke Korea. Pendirian World Vision dilakukan oleh Bob Pierce setelah ia kembali ke Amerika Serikat. Organisasi ini mengembangkan program penyantunan anak asuh pertama kali di Korea pada tahun 1953, setelah itu ke beberapa negara Asia lainnya, Amerika Latin dan Afrika.

Struktur Organisasi dan Wilayah Pelayanan

Struktur Organisasi

Organisasi ini memiliki bentuk federasi, di mana setiap negara memiliki kepengurusan dan dewan penasehat masing-masing dan tergabung dalam satu kesatuan kemitraan global yang berpusat di Monrovia, California, Amerika Serikat.

Wilayah Layanan

Terdapat beberapa kantor regional yang tersebar di beberapa kota di berbagai negara yaitu, Jenewa - Swiss (Kantor Hubungan Internasional), Nairobi - Kenya (Kantor Regional Afrika), Nicosia - Siprus (Kantor Regional Timur Tengah dan Eropa Timur), Bangkok - Thailand (Kantor Regional Asia Pasifik) dan San Jose - Kosta Rika (Kantor Regional Amerika Latin dan Karibia).

Per tahun 2006, World Vision hadir di 97 negara, melayani tidak kurang dari 2.800.000 anak santun dengan dukungan tidak kurang dari 23.500 staf di seluruh dunia.

Laporan

80% sumber dana World Vision berasal dari pihak swasta termasuk individu/ perorangan, perusahaan, dan yayasan. Sisanya berasal dari pemerintah dan lembaga donor internasional.

Lebih dari 50% pendanaan organisasi ini berasal dari program penyantunan anak. Setiap orang, keluarga dari negara sponsor memiliki anak santun yang ada di proyek-proyek pelayanan World Vision di negara tertentu (umumnya di negara berkembang).

Sepanjang tahun 2006 World Vision menerima dana tidak kurang dari US $ 2,1 miliar dan menyalurkan 82,7% di antaranya untuk dana bantuan/ program di lapangan, 1,6% untuk advokasi, 8,9% untuk penggalangan dana dan 6,8% untuk administrasi.

Program

Secara garis besar program WVI di area pelayanannya terdiri dari tiga bagian besar yaitu Area Development Program (Program Pengembangan Wilayah melalui sponsorship) yang biasa disingkat dengan ADP, program relief atau tanggap darurat dan program advokasi.

Area Development Program (ADP)

Program ini merupakan program yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat melalui metode pengembangan transformasi (transformational development). Program ini didukung sepenuhnya dari dana sponsorship terhadap anak-anak yang ada di wilayah program tersebut.

Tanggap darurat

Program tanggap darurat adalah program yang dilakukan sebagai respons dari situasi darurat yang terjadi di suatu wilayah akibat bencana, pasca perang, kelaparan, dsb. WVI mempunyai kebijakan untuk merespon situasi darurat tersebut maksimal dalam 2x24 jam.

Advokasi

WVI bekerja untuk memampukan masyarakat dalam memahami dan menyuarakan hak-hak mereka baik di tingkat lokal, nasional hingga ke tingkat internasional. Di beberapa wilayah di mana masyarakat tidak dimungkinkan untuk menyuarakan aspirasinya, WVI menjalankan peran sebagai pengemban aspirasi tersebut dan menyampaikannya kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk mengambil tindakan dan kebijakan.

Referensi

  1. ↑ Batterson, Mark (2009). Primal: A Quest for the Lost Soul of Christianity (PDF) (dalam bahasa Inggris). Colorado Springs: Multnomah Books. hlm. 27. ISBN 978-1-60142-357-3.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan