Minggu, 27 September 2026
04:11 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Winarni Monoarfa

Winarni Monoarfa

Winarni Monoarfa
250px-KPU_Winarni_Monoarfa.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI
Mulai menjabat
13 Juli 2018
Informasi pribadi
Lahirdeath_place
21 November 1962 (umur 63)
Meninggaldeath_place
Makamdeath_place
Suami/istriMeagaung Amin Daud
Orang tua
  • death_place

Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Dien Monoarfa, MS. (lahir 21 November 1962) adalah seorang Akademisi, Guru Besar pada Universitas Hasanuddin[1] sekaligus Birokrat di pemerintahan Provinsi Gorontalo. Perempuan yang dijuluki "Seroja dari Timur" sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Energi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Riwayat Hidup

Masa Kecil dan Keluarga

Winarni Dien Monoarfa lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang kebudayaan yang kuat, di mana dalam dirinya mengalir darah Gorontalo dari sang Ayah, H. Dien Monoarfa. Sang ayah yang bekerja sebagai wartawan Tanah Air pada era 1960-an serta kerap mengikutsertakan Winarni dalam berbagai liputannya.

Pendidikan

  • S-1 Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, 1984 (Mahasiwa Teladan)
  • S-2 bidang Perikanan Unhas, 1992 (Wisudawan Terbaik)
  • S-3 bidang Perikanan Unhas – IPB, 2000

Karier dan Pengalaman

  • Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah (BALITBANGPEDALDA) Provinsi Gorontalo (2002-2004)
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo (2004 - 2012)
  • Alumni Lembaga Ketahanan Nasional tahun 2007 (Alumni Terbaik)
  • Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo (2012-2018)
  • Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo (2017-2018)
  • Ketua ORWIL Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Gorontalo (2012-2017)[2]
  • Ketua POKJA Forum Kawasan Timur Indonesia (2008 - sekarang)
  • Koordinator Forum Kepala BAPPEDA Provinsi se-Kawasan Timur Indonesia
  • Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia (2018-2021)
  • Staf Ahli Bidang Energi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia (2021-2024)

Pada tahun 2002 Winarni diajak oleh Fadel Muhammad untuk pulang kampung, beralih dari akademisi ke birokrat dan menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah, Provinsi Gorontalo. Pengalaman lainnya adalah menjadi peserta Program Lemhanas selama 9 bulan, di mana Winarni berhasil menjadi perempuan pertama peraih penghargaan alumni terbaik Wibawa Seroja Nugraha. Atas penghargaan tersebut, Winarni mendapat predikat sebagai 'Seroja dari Timur'.[3]

Pada tahun 2008, Winarni Monoarfa didaulat sebagai Ketua Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) menggantikan Marwah Daud Ibrahim (2008 s/d sekarang). Karier dari ibu 5 anak ini mulai mencapai puncak kariernya setelah ia dipercayakan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo pada tahun 2012. Di luar kariernya sebagai birokrat, Winarni Monoarfa juga turut berperan sebagai Ketua ICMI Gorontalo dan mendirikan Sekolah Al-Azhar 46 di Provinsi Gorontalo.

Penghargaan

  • Wibawa Seroja Nugraha dari Lemhanas (tahun 2007)
  • CIDA Champion Awards dari Duta Besar Kanada di Makassar (tahun 2010)[4]
  • Gelar Adat Pulanga (Gelar Adat Gorontalo Tertinggi): Ti Tidito Lo Hunggia yang mengandung makna seorang pemimpin perempuan yang cerdas, peka, cermat, arief, bijaksana dan bersahaja (tahun 2016)[5]

Referensi

20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan