Kamis, 29 Oktober 2026
06:56 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
William Wells Brown

William Wells Brown

Bagikan:
250px-William_Wells_Brown.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
William Wells Brown

William Wells Brown (lahir sekitar 1814 – 6 November 1884) adalah seorang abolisionis Afrika Amerika ternama, dosen abolisionisme, penulis novel, penulis drama, dan sejarawan. Terlahir sebagai budak di Montgomery County, Kentucky, dekat Mount Sterling, Brown melarikan diri ke Utara pada tahun 1834, di mana ia bekerja untuk kepentingan abolitionisme dan merupakan seorang penulis yang aktif. Novelnya Clotel (1853) dianggap sebagai novel utama yang ditulis seorang Afrika Amerika. Bukunya diterbitkan di London, di mana ia bertempat tinggal. Brown adalah seorang pelopor dalam beberapa aliran kesusastraan, termasuk travelog, fiksi dan drama. Di Lexington ada sebuah sekolah yang dinamai menurutnya dan ia merupakan salah seorang penulis pertama yang dimasukkan ke Hall of Fame, penulis Kentucky.[1]

Ketika undang-undang Budak Buronan Fugitive Law Act (1850) diberlakukan, Brown berada di Britania, untuk menghindar aupaya tidak ditangkap dan diperbudak lagi. Setelah kebebasan mereka ditebus oleh sepasang suami istri Britania, Brown dan dua anak perempuannya kembali ke AS. Ia bergabung dengan ceramah abolisionis. Brown hidup semasa dengan Frederick Douglass, abolisionis ternama AS dan sering dikalahkannya. Kedua juga sering berseteru di tempat umum.

Referensi

Individu
menurut benua
Afrika
Eropa
Amerika Utara:
Kanada
Amerika Utara:
Karibia
Amerika Utara:
Amerika Serikat
Amerika Selatan
Buku non-fiksi
Fiction/novels
Buku remaja
Essay
Plays
Terkait
Dokumenter
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan