Minggu, 04 Oktober 2026
00:37 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
William David Ross

William David Ross

Bagikan:
120px-Flag_of_Scotland.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
bendera Skotlandia tempat kelahiran William David Ross

William David Ross seorang filsuf Skotlandia yang dikenal dalam pemikiran etika.[1] Ia lahir di Thurso, Caithness di utara Skotlandia.[1] Enam tahun kehidupannya ia jalani sebagai seorang anak India Selatan.[1] Ia belajar di Universitas Edinburgh.[1] Ia menyelesaikan studinya di universitas Balliol, Oxford dan memperoleh jabatan dosen di universitas Oriel pada tahun 1900.[1] Karyanya paling terkenal adalah Hak dan kebaikan dan ia juga dikenal dalam mengembangkan pluralisme, bentuk deontologis etika intuisionis dalam menanggapi intuisionisme G. E. Moore.[2] Ross juga menerjemahkan sejumlah karya Aristoteles, dan menulis mengenai filosofi Yunani.[2] William David Ross adalah seorang realis moral, non-naturalis, dan intuisionis.[2] Ross berpendapat bahwa ada kebenaran moral di dalam alam semesta.[2] Menurut Ross, klaim bahwa sesuatu itu baik adalah benar jika sesuatu tersebut benar-benar baik.[2] Ross menolak etika konsekuensialis Moore.[2] Menurut teori konsekuensialis, apa yang harus dilakukan hanya ditentukan oleh apakah tindakan mereka akan membawa yang paling baik.[2] Sebaliknya, Ross berpendapat bahwa memaksimalkan yang baik hanya satu dari beberapa kewajiban yang berperan dalam menentukan apa yang harus dilakukan seseorang dalam kasus tertentu.[2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 (Inggris)Lawrence C. Becker, dkk. 2001. Encyclopedia of Ethics volume H-O. New York: Gorland Publishing. pg. 1520-1521.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Inggris)Steven M. Cahn and Peter Markie. 2006. Ethics: History, Theory, and Contemporary Issues. New York: Oxford University Press. pg. 429-438.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan