Senin, 26 Oktober 2026
23:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Willem Schoemaker

Willem Schoemaker

Vikaris Apostolik kemudian Uskup Purwokerto

Bagikan:
Yang Mulia

Willem Schoemaker

Uskup Emeritus Purwokerto
250px-Msgr._Willem_Schoemaker%2C_MSC.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaGereja Katolik Roma
KeuskupanPurwokerto
Penunjukan31 Mei 1950
(41 tahun, 140 hari)
Masa jabatan berakhir
17 Desember 1973
(64 tahun, 340 hari)
PendahuluBernardo Visser, M.S.C.
PenerusPaschalis Soedita Hardjasoemarta, M.S.C.
Imamat
Tahbisan imam
10 Agustus 1933
(24 tahun, 211 hari)
Tahbisan uskup
18 Oktober 1950
(41 tahun, 280 hari)
oleh Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d'Ardoye, M.E.P.
Informasi pribadi
Nama lahirWillem Schoemaker
Lahir(1909-01-11)11 Januari 1909
Deventer, Belanda
Meninggal3 Januari 1983(1983-01-03) (umur 73)
Arnhem, Belanda
KewarganegaraanBelanda
DenominasiKatolik Roma
Jabatan sebelumnya
Uskup Tituler Balbura (1950–1961)
Semboyan"In Lumine Tuo"
(Mazmur 36:10)
("Dalam terang-Mu kami melihat terang")

Mgr. Willem Schoemaker, M.S.C. (11 Januari 1909 – 3 Januari 1983) adalah Uskup Keuskupan Purwokerto yang telah menjabat sejak 31 Mei 1950 sebagai Vikaris Apostolik Purwokerto hingga mengundurkan diri sebagai Uskup Purwokerto pada 17 Desember 1973.

Karya

Pastor Schoemaker ditahbiskan menjadi imam pada 10 Agustus 1933 dalam usia 24 tahun. Ia ditunjuk menjadi Vikaris Apostolik Purwokerto dengan gelar Uskup Tituler Balbura pada 31 Mei 1950. Pada 18 Oktober 1950, ia ditahbiskan menjadi Uskup oleh Penahbis Utama Mgr. Georges-Marie-Joseph-Hubert-Ghislain de Jonghe d'Ardoye, M.E.P., Uskup Agung Tituler Misthia yang merupakan Delegatus dan Internunsius Apostolik untuk Indonesia. Bertindak sebagai uskup ko-konsekrator adalah Mgr. Pieter Jan Willekens, S.J., Uskup Tituler Zorava sekaligus Vikaris Apostolik Djakarta dan Mgr. Antonius Everardo Johannes Albers, O. Carm., Uskup Tituler Thubunae di Numidia sekaligus Vikaris Apostolik Malang.[1]

Seiring peningkatan status Vikariat Apostolik Purwokerto menjadi Keuskupan Purwokerto yang terjadi terkait Konstitusi Apostolik Qoud Christus Adorandus tentang berdirinya Hierarki Gereja Katolik di Indonesia secara mandiri oleh Paus Yohanes XXIII, maka status Mgr. Schoemaker berubah dari Vikaris Apostolik Purwokerto menjadi Uskup Purwokerto sejak 3 Januari 1961.

Mgr. Schoemaker hadir sebagai Bapa Konsili Vatikan II (1962–1965) pada keempat sesi yang ada. Dalam konsili tersebut, Mgr. Schoemaker sempat menyatakan Konsili harus memercayakan teks Vulgata untuk semua orang Kristen kepada sebuah komisi pasca-konsili, dengan kolaborasi para ahli dari segala bangsa dan agama. Hal ini terkait dengan Alkitab sebagai janji dan nujum dari keberhasilan gerakan ekumenis.[2]

Mgr. Schoemaker mengundurkan diri sebagai Vikaris Apostolik Purwokerto pada 17 Desember 1973, dan pada hari yang sama Mgr. Paschalis Soedita Hardjasoemarta, M.S.C. ditunjuk sebagai penerusnya.

Referensi

Pranala luar

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Bernardo Visser, M.S.C.
Vikaris Apostolik Purwokerto
31 Mei 1950 – 3 Januari 1961
Uskup Purwokerto
3 Januari 1961 – 17 Desember 1973
Diteruskan oleh:
Paschalis Soedita Hardjasoemarta, M.S.C.
Hanya gelar saja
Pertama — TITULER —
Uskup Balbura
31 Mei 1950 – 3 Januari 1961
Diteruskan oleh:
Placidus Gervasius Nkalanga, O.S.B.


Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan