Sabtu, 17 Oktober 2026
12:35 WIB
TERKINI
Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Pesawaran Pengalihan Status Guru PPPK ke Penuh Waktu: DPRD Pesawaran Soroti Isu Penempatan Lampung Timur Gotong Royong Fantastis: Warga Bandar Agung Himpun Rp15 Miliar untuk Jalan Desa Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten
Willem Barentsz

Willem Barentsz

Pengarah, Kartografer, dan Penjelajah Benua Arktik Belanda

Bagikan:
250px-Barents.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Willem Barentsz

Willem Barentsz (lahir 1550 (?) di Terschelling, Kepulauan Frisia Barat, Belanda; meninggal 20 Juni 1597 di Novaya Zemlya, Rusia) ialah navigator dan penjelajah Belanda ke utara jauh.

Pada 1594 ia meninggalkan Amsterdam dengan 2 kapal untuk mencari celah timur laut di utara Siberia menuju Asia Timur. Ia mencapai pesisir barat Novaya Zemlya, dan mengikutinya ke utara, akhirnya terpaksa kembali saat mendekati ujung utara.

Pada tahun berikutnya, ia memimpin ekspedisi lain 7 kapal, yang menuju selat antara pesisir Siberia dan Kepulauan Vaygach, tetapi ia terlambat menemukan perairan terbuka. Perjalanan ketiganya juga gagal dan mengakibatkan kematiannya. Saat itu ia memimpin 2 kapal, yang dikapteni oleh Jan Rijp dan Jacob van Heemskerk. Pada perjalanan keluar mereka melihat Kepulauan Beruang dan Svalbard (juga dikenal sebagai Spitsbergen), setiap kedua kapal itu terpisah. Kapal Barentsz, dikapteni oleh Heemskerk, terperangkap es setelah mengelilingi utara Novaya Zemlya, dan para kru terpaksa menghabiskan musim dingin di Novaya Zemlya, menghancurkan bangunan bagian atas kapal dan menggunakan kayunya untuk membangun pondok. Karena kapal itu tak bisa dibebaskan dari es awal 1597, rombongan Barentsz meninggalkannya dengan 2 perahu terbuka pada 13 Juni, dan sebagian besar kru pergi, diambil oleh kapal Jan Rijp di Semenanjung Kola dekat Murmansk.

Namun, Barentsz sendiri meninggal pada 20 Juni.

250px-Death_of_Wiliam_Barents.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kematian Willem Barentsz, oleh Christiaan Julius Lodewyck Portman

Kisah musim dingin yang mengerikan yang dihabiskan di Novaya Zemlya diterbitkan sebagai buku harian Gerrit de Veer, tukang kayu kapal, yang merupakan orang pertama yang mengamati anomali atmosfer yang dikenal sebagai efek Novaya Zemlya.

Pada 1871, rumah di mana Barentsz dan krunya menghabiskan musim dingin ditemukan tak terganggu, dengan banyak relik, yang dipelihara di Den Haag; dan pada 1875, bagian perjalanan aslinya ditemukan.

Laut Barents dan Kawasan Barents dinamai menurut namanya.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan