Rabu, 14 Oktober 2026
10:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Bandar Lampung Siaga Banjir Rob: BPBD Fokus Pantau Empat Kecamatan Pesisir Bandar Lampung Lampung Perketat Pengawasan Solar Subsidi: STNK Truk Roda Enam Diperiksa Bandar Lampung TNI AL Gagalkan Ribuan Paket Kokain Cair, Selamatkan Ribuan Jiwa dan Anggaran Negara Cuaca Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga, Asap Kawah dan Sinar Api Terpantau Jelas Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 13 Oktober 2026: Waspada Hujan dan Angin Kencang Lampung Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Tulang Bawang Terbanyak Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM

Wilhelm Groener

Bagikan:

Karl Eduard Wilhelm Groener (22 November 1867 – 3 Mei 1939) adalah seorang jenderal dan politikus Jerman yang berasal dari Württemberg. Ia dikenal sebagai salah satu pejabat militer penting pada masa akhir Kekaisaran Jerman dan periode awal Republik Weimar. Dalam kariernya, Groener menduduki sejumlah jabatan strategis, termasuk posisi senior dalam Staf Umum Jerman serta jabatan menteri yang membidangi transportasi, pertahanan, dan urusan dalam negeri Reich. Namanya juga berkaitan erat dengan Pakta Ebert–Groener pada November 1918, sebuah kesepakatan antara kepemimpinan militer dan pemerintahan sosial demokrat setelah berakhirnya monarki Jerman.[1]

Groener lahir pada 22 November 1867 di Ludwigsburg, Württemberg. Ia menempuh pendidikan militer dan memulai kariernya sebagai perwira Angkatan Darat Württemberg sebelum bertugas dalam struktur militer Kekaisaran Jerman. Kemampuan organisasionalnya membawanya menangani berbagai urusan administrasi dan perencanaan militer. Sebelum dan selama Perang Dunia I, ia memperoleh pengalaman dalam pengelolaan transportasi kereta api serta mobilisasi pasukan, dua unsur penting dalam strategi perang modern.

Kiprah

Selama Perang Dunia I, Groener berperan dalam pengaturan sistem transportasi militer dan koordinasi logistik. Pada tahap akhir perang, ia menggantikan Erich Ludendorff sebagai salah satu tokoh utama dalam kepemimpinan militer Jerman. Setelah perang berakhir pada November 1918, kekalahan Jerman, keruntuhan monarki, dan meluasnya gerakan revolusioner menimbulkan ketidakpastian mengenai masa depan angkatan bersenjata dan pemerintahan negara.[2]

Pada 10 November 1918, Groener menjalin kesepakatan melalui komunikasi telepon dengan Friedrich Ebert, pemimpin Partai Sosial Demokrat Jerman yang memimpin pemerintahan sementara. Melalui Pakta Ebert–Groener, kepemimpinan militer menyatakan dukungan terhadap pemerintahan baru, sementara Ebert berkomitmen mempertahankan ketertiban dan struktur komando militer. Kesepakatan ini membantu pemerintah menghadapi pergolakan revolusioner, tetapi juga memungkinkan sebagian tradisi dan pengaruh elite militer lama bertahan dalam republik yang baru dibentuk.[3]

Pada masa Republik Weimar, Groener memasuki pemerintahan sipil dan menduduki beberapa jabatan menteri. Ia pernah memimpin kementerian yang menangani transportasi dan Reichswehr, kemudian menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Reich. Dalam peran tersebut, ia menghadapi persoalan stabilitas politik, keamanan negara, dan hubungan antara pemerintahan sipil dengan lembaga militer.[4]

Groener meninggal pada 3 Mei 1939. Perjalanan kariernya mencerminkan peralihan Jerman dari monarki menuju republik serta kompleksitas hubungan antara kepemimpinan militer dan pemerintahan demokratis. Perannya dalam Pakta Ebert–Groener tetap menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai pembentukan Republik Weimar dan kelangsungan institusi militer setelah Perang Dunia I.[5]

Referensi

  1. ↑ "Biografie Wilhelm Groener (German)". Bayerische Staatsbibliothek. Diakses tanggal 26 Juni 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Dupuy, Trevor (1984). A genius for war: the German army and General Staff 1807-1945. United Kingdom: Hero Books Ltd.
  3. ↑ "Biografie Wilhelm Groener (German)". Deutsches Historisches Museum. Diarsipkan dari asli tanggal Juli 11, 2014. Diakses tanggal 22 Mei 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Holborn, Hajo; Manheim, Ralph (1972). Republic to Reich: the making of the Nazi revolution; ten essays (Edisi 1st ed.). New York: Pantheon Books. ISBN 978-0-394-47122-8.{{cite book}}: |edition= memiliki teks tambahan
  5. ↑ Dupuy, Trevor (1984). A genius for war: the German army and General Staff 1807-1945. United Kingdom: Hero Books Ltd.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan