Sabtu, 07 November 2026
04:17 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Japanofilia

Japanofilia

Istilah untuk orang yang terobsesi dengan budaya Jepang

Bagikan:
60px-Question_book-new.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebagian besar atau seluruhnya berasal dari satu sumber. Diskusi terkait dapat dibaca pada halaman pembicaraan. Tolong bantu untuk memperbaiki artikel ini dengan menambahkan rujukan ke sumber lain yang tepercaya.
Artikel ini menggunakan banyak istilah asing yang perlu dihapus atau diganti dengan padanan kata dalam bahasa Indonesia.
250px-Lafcadio_Hearn_portrait.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lafcadio Hearn, seorang cendekiawan internasional berdarah Irlandia-Yunani dan juga seorang penulis yang terkenal akan ketertarikannya yang kuat pada kebudayaan Jepang.

Japanofilia atau wibu (bahasa Inggris:Japanophilia atau weeaboo) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang, terutama dari dunia Barat, yang menyukai budaya populer dari Jepang.

Istilah "wibu" pertama kali digunakan di forum 4chan untuk menggantikan kata "wapanese", yang telah diblokir oleh forum tersebut.[1] Dalam bahasa Jepang, istilah untuk Japanofilia adalah shinnichi (親日), dengan kanji "親" yang berarti "pro-" dan "日" (dari kata Nippon, "日本") yang berarti "Jepang". Istilah ini pertama kali digunakan pada awal abad ke-18 dan mengalami perubahan makna seiring waktu.[butuh rujukan]

Istilah "wibu" (kemudian disingkat menjadi "weebs") berasal dari komik web berjudul The Perry Bible Fellowship, di mana kata tersebut awalnya tidak memiliki arti dan dianggap sebagai sesuatu yang negatif. Menurut beberapa sumber, 4chan dengan cepat mengambil kata tersebut dan menggunakannya untuk menggantikan istilah "wapanese".[butuh rujukan]

Japanofilia sering kali dipandang negatif karena dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri, terutama pada tingkat yang lebih parah. Japanofilia merupakan kebalikan dari Japanofobia (Japanophobia), yang menggambarkan seseorang dengan sikap anti-Jepang.[2]

Namun, dalam beberapa keterangan, Japanofilia tidak sepenuhnya sama dengan wibu. Japanofilia mencakup minat yang lebih luas terhadap budaya Jepang, sementara wibu lebih terfokus pada budaya populer Jepang seperti anime dan manga.[3] Di Indonesia, penggunaan istilah "wibu" di kalangan pecinta anime masih dianggap sebagai ejekan, sehingga banyak dari mereka lebih memilih menggunakan istilah "animers". Meskipun begitu, animers dan wibu tetap merupakan bagian dari komunitas yang sama.[butuh rujukan]

Orang yang Dijuluki Wibu Pertama

Berikut ini adalah beberapa tokoh terkenal dari berbagai negara yang dianggap sebagai wibu pertama karena kecintaan mereka pada budaya Jepang:[4]

  • Lafcadio Hearn dari Yunani, yang mengambil nama Koizumi Yakumo dan menulis banyak buku tentang Jepang.
  • Yasuke dari Mozambik, yang diangkat sebagai samurai pertama dari Afrika oleh Oda Nobunaga.
  • António da Mota dari Portugal, yang mendarat di Tanegashima pada tahun 1543 dan memperkenalkan senapan Tanegashima ke Jepang.
  • William Adams dari Inggris, yang mengambil nama Miura Anjin dan diangkat sebagai samurai pertama dari Inggris.
  • Jan Joosten van Lodenstejn dari Belanda, yang mengambil nama Yayosu dan diangkat sebagai samurai pertama dari Belanda.
  • Cristóvão Ferreira, S.J., dari Portugal, yang mengambil nama Sawano Chūan dan murtad dari agama Kristen ke agama Buddha.
  • Martin Spangberg dari Swedia, yang merupakan seorang penjelajah dan pelaut di Laut Jepang.
  • Nikolai Rezanov dari Rusia, seorang diplomat dan penjelajah yang berperan penting dalam hubungan Rusia-Jepang pada abad ke-19.
  • Mercator Cooper dari Amerika Serikat, seorang pelaut yang menjadi salah satu orang Amerika pertama yang mengunjungi Jepang.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Sifat Pecinta Anime: Mengapa Kita Harus Bangga Menjadi Wibu? - Otakuliah". 2023-03-22. Diakses tanggal 2023-03-30.
  2. ↑ "Japanophile". Webster's Third New International Dictionary, Unabridged. Merriam-Webster. 2002. Diakses tanggal 2008-01-08. one who especially admires and likes Japan or Japanese ways
  3. ↑ https://www.dictionary.com/e/slang/weeaboo
  4. ↑ "Wibu dari Segala Wibu, Inilah si Wibu Pertama!! - Otakuliah". 2023-01-20. Diakses tanggal 2023-04-03.


Ikon rintisan

Artikel bertopik kebudayaan Jepang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan