Senin, 26 Oktober 2026
23:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

White Highlands

Bagikan:

White Highlands adalah sebuah wilayah dataran tinggi di Provinsi Tengah, Kenya. Wilayah ini secara tradisional merupakan tanah air bagi komunitas asli Kenya Tengah hingga masa kolonial, yang dijadikan pusat pemukiman orang Eropa, selanjutnya antara tahun 1902-1961 secara resmi dijadikan pemukiman eksklusif bagi orang Eropa oleh pemerintah kolonial.

Nama

Penjelajah dan administrator Eropa pertama menggunakan istilah Highlands untuk merujuk ke wilayah yang tingginya tidak kurang dari 1.525 mdpl, iklim wilayah paling cocok untuk ditinggali orang Eropa.[1] Selama proses pemukiman Eropa, istilah Highlands mulai digunakan untuk daerah-daerah yang belum dihuni oleh suku-suku asli Afrika.[1] Karena The Crown Lands Ordinance tahun 1902 hanya memberikan hibah tanah kepada orang Eropa, berarti hanya tanah Highlands yang bisa dimiliki dan dikelola oleh orang Eropa.

Sir Harry Johnston setelah menempuh perjalanan dengan naik Kereta Api Uganda, mencatat tentang Highlands:[1]

"Di sini kita memiliki wilayah yang sangat cocok untuk orang kulit putih, dan saya dapat mengatakan ini, tanpa memikirkan ketidakadilan bagi ras pribumi mana pun, karena negara yang bersangkutan sama sekali tidak berpenghuni sejauh bermil-mil atau paling banyak penghuninya adalah pemburu yang berkeliaran dan tidak memiliki rumah menetap atau tempat tinggal tetapnya adalah tanah di luar area yang sehat."

Referensi

  1. 1 2 3 Morgan, W. T. W. "The 'White Highlands' of Kenya." The Geographical Journal 129, no. 2 (1963): 140-55. DOI:10.2307/1792632.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan