
What Is History? adalah sebuah buku nonfiksi karya sejarawan Inggris Edward Hallett Carr, diterbitkan pada tahun 1961, yang membahas secara mendalam mengenai historiografi, yaitu studi tentang bagaimana sejarah ditulis dan dipahami. Buku ini menjadi salah satu karya paling berpengaruh dalam teori sejarah modern karena mengupas hubungan antara fakta, interpretasi, nilai, dan subjektivitas dalam penulisan sejarah.[1]
Tujuan Penulisan
Buku ini berasal dari serangkaian kuliah yang disampaikan oleh E. H. Carr di Universitas Cambridge pada tahun 1961, yang kemudian dihimpun menjadi naskah utuh. Kuliah tersebut dimaksudkan sebagai pengantar umum mengenai teori sejarah bagi mahasiswa dan khalayak intelektual yang lebih luas. Karena gaya penulisannya yang mudah diakses tetapi konseptual, karya ini dengan cepat menjadi teks klasik dalam bidang historiografi dan terus digunakan dalam studi sejarah di berbagai universitas dunia.[1]
Isi dan Pokok Pemikiran
Dalam What Is History?, Carr mengeksplorasi sejumlah tema fundamental dalam pemikiran historis, termasuk:
- Hakikat fakta sejarah, dan bagaimana fakta tidak berdiri sendiri, melainkan selalu ditafsirkan oleh sejarawan.
- Bias dan subjektivitas sejarawan, yakni bahwa setiap penulis sejarah membawa nilai, pandangan, dan konteks zamannya sendiri ke dalam proses interpretasi.
- Hubungan antara sejarah dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam menelaah apakah sejarah dapat dianggap sebagai disiplin ilmiah dengan metode yang objektif.
- Peranan moralitas, individu, dan masyarakat dalam proses sejarah, termasuk bagaimana penilaian moral dan tanggung jawab individu dapat dipahami dalam kerangka perkembangan sosial.
Carr menolak pandangan bahwa sejarah hanyalah kumpulan fakta yang “berbicara sendiri.” Sebaliknya, ia menegaskan bahwa sejarah adalah dialog yang berkesinambungan antara masa kini dan masa lalu, di mana sejarawan memainkan peran aktif dalam memberi makna terhadap peristiwa.
Kontroversi dan Kritik
Beberapa ide Carr dalam buku ini menimbulkan perdebatan luas di kalangan akademisi. Dua aspek yang paling kontroversial adalah:
- Relativisme historis – Carr menolak gagasan bahwa sejarah dapat ditulis secara sepenuhnya objektif. Ia berpendapat bahwa semua pengetahuan sejarah bersifat relatif terhadap perspektif sejarawan dan konteks zamannya.
- Penolakan terhadap kontingensi (kejadian kebetulan) – Carr meremehkan peran kebetulan, individu besar, atau peristiwa acak dalam membentuk jalannya sejarah, dan lebih menekankan pada kekuatan sosial, ekonomi, dan struktural sebagai faktor penentu utama.
Pandangan ini memicu perdebatan sengit, terutama dari kalangan sejarawan empiris seperti Geoffrey Elton, yang menanggapinya melalui bukunya The Practice of History, di mana Elton membela gagasan tentang fakta objektif dan metode ilmiah tradisional dalam sejarah.
Pengaruh
Sejak diterbitkan, What Is History? telah menjadi bacaan wajib bagi mahasiswa sejarah, filsafat, dan ilmu sosial. Buku ini membuka jalan bagi diskusi tentang peran narasi, interpretasi, dan konstruksi sosial dalam penulisan sejarah, serta menginspirasi munculnya pendekatan-pendekatan baru seperti postmodernisme dalam historiografi.
Carr sendiri sedang menyiapkan edisi revisi dari buku ini ketika ia meninggal dunia pada tahun 1982.[2] Meskipun tidak sempat menyelesaikannya, gagasan-gagasan dalam karyanya tetap menjadi landasan intelektual utama bagi perdebatan seputar objektivitas, relativisme, dan makna sejarah di abad ke-20 dan seterusnya.
Referensi
- 1 2 "What is history? book review: E. H. Carr, a critical appraisal". archives.history.ac.uk. Diakses tanggal 2025-11-12.
- ↑ Carr, E. H. (1986). "What is History?". doi:10.1007/978-1-349-07909-4.
{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan|journal=