Senin, 02 November 2026
07:26 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Wewaton Sriwedari

Wewaton Sriwedari

pedoman penulisan aksara Jawa

Bagikan:
Wewaton Sriwedari
250px-Wawaton_panjeratipoen_temboeng_Djawi_mawi_sastra_Djawi_dalasan_angka_%28cover%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sampul depan
PengarangKoemisi Kasoesastran ing Sriwedari
Judul asli[Wawaton panjeratipoen temboeng Djawi mawi sastra Djawi dalasan angka ] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)
BahasaJawa
PenerbitLandsdrukkerij
Tanggal terbit
1926
Jenis mediaCetak
Halaman24

Wewaton Sriwedari (Pedoman atau Ketetapan Sriwedari), atau lengkapnya Wawaton Panyeratipun Tembung Jawi mawi Sastra Jawi dalasan Angka ("Pedoman Penulisan Kata Jawa dengan Aksara Jawa dan Angka") merupakan pedoman penulisan aksara Jawa yang pertama kali dirumuskan dalam suatu pertemuan. Pedoman tersebut ditetapkan dalam Poetoesan Parepaton Koemisi Kasoesastran (Keputusan Sarasehan Komisi Kesusastran) di Sriwedari, Surakarta pada tahun 1926.[1]

Selayang pandang

Latar belakang keluarnya Wewaton Sriwedari adalah berbeda-bedanya cara penulisan menggunakan aksara Jawa pada waktu itu, padahal semakin banyak terbitan-terbitan cetak yang menggunakan aksara Jawa. Perbedaan ini dapat membawa pada kesalahan pembacaan maupun pemahaman.

Salah satu poin yang penting dalam pedoman ini adalah pengurangan penggunaan taling tarung bagi bunyi /o/. Alih-alih menuliskan "Ronggawarsita" (bentuk ini banyak dipakai pada naskah-naskah abad ke-19), dengan ejaan baru penulisan menjadi "Ranggawarsita", mengurangi penggunaan taling tarung.

Galeri

  • Foto para anggota Komisi 5 Golongan (Komisi Kecil).
    Foto para anggota Komisi 5 Golongan (Komisi Kecil).[1]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 "Sastra Sriwedari". Sastra.org. Diakses tanggal 2021-01-31.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik Jawa ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan