Jumat, 30 Oktober 2026
21:39 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Weihaiwei Britania

Weihaiwei Britania

Bekas Kekaisaran Inggris menyewakan wilayah di Semenanjung Shandong

Bagikan:
Weihaiwei Britania
威海衛英國
British Weihaiwei
1898–1930
Bendera Weihaiwei
Bendera
Lambang Weihaiwei
Lambang
250px-British_Weihaiwei_Locator.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
  Weihaiwei Britania (hijau tua)
  Zona netral (sok/garis hijau muda
Letak wilayah sewaan Weihaiwei pada tahun 1921 (biru)
Letak wilayah sewaan Weihaiwei pada tahun 1921 (biru)
StatusWilayah sewaan Britania Raya
Ibu kotaPort Edward
Bahasa umum
Era SejarahImperialisme Baru
• Konvensi Penyewaan Weihaiwei
1 Juli 1898
• Konvensi Pengembalian Weihaiwei
30 September 1930
Mata uangYuan Tiongkok
Dollar Hong Kong
Didahului olehDigantikan oleh
dnsDinasti
Qing
Republik Tiongkok (1912–1949)
Wilayah Sewaan Kwantung

Weihaiwei di Tiongkok timur laut adalah wilayah sewaan Britania Raya dari tahun 1898 hingga 1930. Wilayah ini beribukota di Port Edward dan memiliki luas sebesar 288 mil persegi (750 km2)*.[1] Wilayah ini meliputi kota Port Edward, teluk Wei-hai-wei, Pulau Liu-kung Tao dan wilayah daratan dengan panjang pesisir sebesar 72 mil (116 km) dan jarak dari pesisir ke pedalaman sebesar 10 mil (16 km). Weihaiwei dan Lüshunkou (Port Arthur) mengendalikan pintu masuk Teluk Zhili dan jalur laut ke Beijing[2]

Weihaiwei dikembalikan kepada Tiongkok pada tanggal 1 Oktober 1930. Namun, pemerintah Tiongkok menyewakan pulau Liu-kung Tao kepada Angkatan Laut Kerajaan Britania selama sepuluh tahun.[3] Kekuasaan Britania berakhir pada 11 November 1940 setelah pendaratan pasukan Kekaisaran Jepang pada 1 Oktober 1940.[4]

Catatan kaki

  1. ↑ pp.462-463 Hutchings, Graham Modern China: A Guide to a Century of Change Harvard University Press, 1 Sep 2003
  2. ↑ Kowner, Rotem (2006). Historical Dictionary of the Russo-Japanese War. ISBN 0-8108-4927-5: The Scarecrow Press.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi (link), hlm. 417-418.
  3. ↑ pp. 32-33 Schwankert, Steven R. Poseidon: China’s Secret Salvage of Britain’s Lost Submarine Hong Kong University Press, 1 Oct 2013
  4. ↑ http://eresources.nlb.gov.sg/newspapers/Digitised/Article/straitstimes19401208-1.2.66.aspx

Bacaan lanjut

  • Airlie, Shiona (2010). Thistle and Bamboo: The Life and Times of Sir James Stewart Lockhart. Hong Kong: Hong Kong University Press. ISBN 9789888028924.
  • Atwell, Pamela (1985). British Mandarins and Chinese Reformers. Hong Kong: Oxford University Press.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan