Jumat, 23 Oktober 2026
15:52 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
We Charge Genocide

We Charge Genocide

Bagikan:

We Charge Genocide (bahasa Indonesia:Kami Menuduh Genosida) adalah sebuah makalah yang menuduh pemerintah Amerika Serikat melakukan genosida berdasarkan Konvensi Genosida PBB. Makalah ini ditulis oleh Kongres Hak Sipil (CRC) dan disampaikan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa pada pertemuan di Paris pada bulan Desember 1951.

250px-WEB_DuBois_1918.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
W. E. B. Du Bois adalah salah satu penandatangan dokumen We Charge Genocide.

Dokumen tersebut menunjukkan bahwa Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pencegahan dan Penghukuman Genosida mendefinisikan genosida sebagai tindakan apa pun yang dilakukan dengan "maksud untuk menghancurkan" suatu kelompok, "secara keseluruhan atau sebagian."[1] Untuk membangun kasusnya tentang genosida kulit hitam, dokumen tersebut mengutip banyak contoh hukuman gantung di Amerika Serikat, serta diskriminasi hukum, pencabutan hak pilih orang kulit hitam di Selatan, serangkaian insiden kebrutalan polisi yang terjadi hingga saat ini, dan ketidaksetaraan sistematis dalam kesehatan dan kualitas hidup. Argumen utamanya: Pemerintah AS terlibat dan bertanggung jawab atas situasi genosida berdasarkan definisi PBB sendiri tentang genosida.

Dokumen tersebut mendapat perhatian media internasional dan terlibat dalam politik Perang Dingin, karena CRC didukung oleh Partai Komunis Amerika. Banyaknya contoh kondisi yang mengejutkan bagi warga Afrika Amerika membentuk keyakinan tentang Amerika Serikat di berbagai negara di seluruh dunia. Pemerintah dan pers Amerika Serikat menuduh CRC membesar-besarkan ketidaksetaraan rasial untuk memajukan komunisme. Departemen Luar Negeri AS memaksa sekretaris CRC William L. Patterson untuk menyerahkan paspornya setelah ia menyerahkan petisi tersebut pada pertemuan PBB di Paris.

Referensi

  1. ↑ We Charge Genocide: The Historic Petition to the United Nations for Relief from a Crime of the United States Government Against the Negro People (PDF). Civil Rights Congress. 1952.

Karya yang dikutip

  • Anderson, Carol Elaine. Eyes off the prize: African-Americans, the United Nations, and the struggle for human rights, 1944–1952. Dissertation (approved), submitted 1995 at Ohio State University; accessed via ProQuest.
  • Martin, Charles H., "Internationalizing "The American Dilemma": The Civil Rights Congress and the 1951 Genocide", Journal of American Ethnic History 16(4), Summer 1997, accessed via JStor.
  • Vargas, João H. Costa, "Genocide in the African Diaspora: United States, Brazil, and the Need for a Holistic Research and Political Method", Cultural Dynamics 17(3), November 2005; accessed via SAGE, DOI: 10.1177/0921374005061991.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan